Berau Perketat Pajak dan Retribusi Daerah


korankaltim
korankaltim
2016-10-11 05:00:04
Tunggakan Wajib Pajak Capai Rp21 Miliar



TANJUNG REDEB – Saat ini daerah tidak bisa lagi terlalu bergantung dana transfer dari pemerintah pusat. Sumber-sumber pendapatan yang dapat mendukung peningkatan pendapatan daerah harus dimaksimalkan. Ini yang saat ini dirancang Pemerintah Kabupaten Berau dengan fokus pada peningkatan pajak dan retribusi daerah guna menambah pendapatan daerah.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Maulidiyah menjelaskan pajak dan retribusi di daerah berpotensi besar jika dikelola sebagi sumber pemasukan bagi daerah. Salah satu upaya yang dilakukan dengan meluncurkan program Sistem Informasi Manajemen Penerimaan Hotel dan Restoran (Simhore). Dengan melibatkan Bank Pembangunan Daerah (BPD) diharapkan aplikasi berbasis android ini menjadi solusi para wajib pajak dengan layanan kecepatan pembayaran.

Mengoptimalkan pajak dan retribusi, Dispenda akan melakukan pemutakhiran data wajib pajak. Sejauh ini masih banyak yang tak masuk dalam pendataan padahal jumlahnya dinilai lumayan banyak.

“Kita akan terus update data wajib pajak ini. Sehingga seluruh masyarakat dapat menjalankan kewajibannya, ini juga merupakan bentuk dukungan pembangunan daerah,” tegasnya.

Upaya meningkatkan pendapatan melalui pajak dan retribusi ini, Dispenda mengalami beberapa masalah di lapangan yaitu penunggak dari wajib pajak. Hingga saat ini total tunggakan wajib pajak senilai Rp21 miliar dan sebagian besar dari total tunggakan itu berasal dari Pajak Bumi Bangunan Perdesaan Perkotaan (PBB-P2).

“Kita akan terus menagih para wajib pajak ini, jangan sampai total tunggakan mereka membengkak,” ujar Maulidiyah.

Dari 11 pajak daerah, ada beberapa yang berpotensi besar untuk dimasukan kas daerah, salah satunya parkir.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Berau Abdurrahman menjelaskan, potensi yang bisa digali dari sektor parkir ini masih sangat besar. Data terakhir Dishubkominfo, jumlah kendaraan roda dua yang beroperasi mencapai 59 ribu unit sementara roda empat 29 unit. Dari jumlah ini, target retribusi yang dikumpulkan hanya senilai Rp450 juta pada tahun 2015 lalu.

“Kalau kita lihat angka ini masih cukup kecil jika melihat jumlah kendaraan yang ada,” ujarnya.

Ia menyampaikan, hanya dengan membandingkan jumlah kendaraan ini diperkirakan potensi yang bisa digali mencapai Rp1 miliar. Apalagi jika rertribusi ini diterapkan diseluruh kecamatan. Maka jumlahnya bisa saja meningkat signifikan.

“Kalau sekarang ini kan kita hanya empat kecamatan terdekat saja, Sambaliung, Gunung Tabur, Teluk Bayur dan Tanjung Redeb. Ke depan kita akan memaksimalkan juga di kecamatan lain. Apalagi saat ini banyak juga kendaraan dari luar daerah,” tegas Abdurrahman. (sam)

loading...

baca LAINNYA