Bergerilya Cari Dukungan Hadapi Pilkada Tarakan 2018

0
1
DILANTIK: Pengurus DPD II Golkar Tarakan dilantik Ketua DPD I Golkar Kaltara, Arsyad Thalib, Minggu (9/10) malam di Gedung Sekretariat Golkar Tarakan.

Pengurus DPD II Golkar Tarakan Dilantik

TARAKAN – Setelah Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat II Kota Tarakan dilantik, kader Partai Golkar langsung melakukan gerilya untuk mendapatkan dukungan penuh mas-yarakat dalam setiap even pemilu, baik pemilihan kepala daerah, legislatif maupun pemilihan presiden.
Ketua DPD II Partai Golkar Tarakan, Tigor Nainggolan usai dilantik di Sekretariat Golkar Tarakan, Minggu (9/10) mengatakan, saat ini Golkar Tarakan mulai mengaktifkan organisasi berdasarkan jenjangnya, yaitu dengan membentuk Pengurus Kecamatan (PK) hingga Pengurus Kelurahan.
“Sebelum pengurus dilantik, sebenar-nya bisa saja kita bentuk pengurus kecamatan dan kelurahan, tetapi secara administrasi itu nantinya akan mengganjal. Dengan dilantiknya pengurus ini, maka roda politik bisa digerakan dalam menghadapi Pilwali, Pileg, maupun Pilpres. Untuk men-yukseskan semua ini, ujung tombaknya adalah pengurus kecamatan maupun kelurahan yang dalam waktu dekat ini akan segera kita lantik,” bebernya.
Untuk menetapkan pengurus kecamatan dan kelurahan tidaklah membutuhkan waktu yang lama, tetapi tidak boleh sembarangan dalam menentukan kader. Pasalnya, target Golkar sama dengan parpol pada umumnya, yaitu menang dalam setiap gelaran pemilu. Oleh karena itu, yang akan menjadi pengurus kecamatan dan kelurahan juga harus kader-kader terbaik, sehingga tidak boleh sembarangan.
“Dalam setiap gelaran pemilu, semua partai pasti harapannya target menang. Bukan hanya Golkar tetapi semua parpol sama. Sehingga kita juga melakukan konsolidasi, tetapi belum bisa kita publikasikan dengan siapa kita akan melakukan kerjasama. Sama halnya seperti orang pacaran, kalau ketahuan orang bisa direbutnya,” ucap Tigor.
Sementara itu, Ketua DPD I Partai Golkar Kaltara, Arsyad Thalib mengatakan, dengan dilantiknya Tigor Nainggolan, maka Golkar Tarakan harus mulai melakukan konsolidasi sampai tingkat bawah. Hal ini dilakukan guna mempersiapkan diri dalam keikutsertaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tarakan 2018 mendatang.
“Golkar harus punya calon sendiri, tentu kita juga akan melakukan koalisi, makanya pendekatan kepada partai lainnya juga harus dilakukan. Kalau soal siapa yang akan diusung oleh Golkar dalam Pilwali Tarakan 2018 mendatang, kita lihat dulu bagaimana aturannya,” urainya.
Dalam internal Golkar, untuk menentukan bakal calon kepala daerah harus melalui survei terlebih dahulu yang dilakukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar. Meskipun Golkar meng-inginkan kadernya bisa bertarung, namun tidak menutup kemungkinan, orang di luar partai juga bisa ikut survei. Apabila ternyata memiliki kemampuan yang lebih, maka akan diusung dalam pilkada.
“Persiapan pilkada sudah kita lakukan, tim survei dari DPP karena ada komitmen dari ketua umum untuk melakukan pemenangan di Tarakan, apalagi Tarakan ini kecil sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan survei. Bakal calon yang akan kita usung tentunya yang memiliki nilai jual, bisa diterima, dan mampu dalam segala hal. Kalau untuk strategi Golkar tentunya melakukan konsolidasi dan lain sebagainya,” ungkapnya. (yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here