Home >> Berau - Kubar >> Berkendara Sering Lalai, Nyawa Melayang di Jalan
BUPATI Kutai Barat FX Yapan meninjau kantor Satlantas Polres Kutai Barat di Sendawar, usai gelar pasukan operasi Zebra Mahakam, 16 November 2016 lalu.
BUPATI Kutai Barat FX Yapan meninjau kantor Satlantas Polres Kutai Barat di Sendawar, usai gelar pasukan operasi Zebra Mahakam, 16 November 2016 lalu.

Berkendara Sering Lalai, Nyawa Melayang di Jalan

Sepekan Operasi Zebra Mahakam 2016 di Kutai Barat

OPERASI Zebra Mahakam 2016 sudah berjalan sepekan sejak 16 November 2016 lalu. Tercatat 25 pelanggaran dilakukan pengguna kendaraan. Santlantas mulai menganalisa, 90 penyebab kecelakaan disebabkan faktor kelalaian manusia.
“Operasi zebra berlangsung 16-29 November. Selama sepekan ini, analisis penyebab laka 90 persen faktor manusia yang tidak tertib, kecepatan tinggi, serta melanggar rambu. Kecelakaan disebabkan oleh faktor jalan cuma 10 persen,” Perwira Urusan (Paur) Subbag Humas Bag Ops Polres Berau, Iptu Andreas TP, kepada Koran Kaltim, Rabu (23/11) di kantornya, Sendawar.
Dia menambahkan, banyak pengendara yang belum mengerti rambu lalulintas. Sementara, juga beberapa titik jalan dalam kota, tidak memiliki marka zebra cross sebagai area penyeberangan bagi pejalan kaki.
“Satlantas Polres berkoordinasi dengan Jasa Raharja berkaitan asuransi, termasuk Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dihubkominfo) terkait marka. Juga memasang spanduk peringatan kawasan padat penduduk,” ungkap Andreas.
Dia menerangkan, selama sepekan operasi zebra dalam kawasan tertib hukum di Kota Sendawar, ditemukan 25 perkara pelanggaran oleh para pengendara. Sanksinya berupa tilang dan juga teguran tertulis. “25 perkara yakni 20 pelanggaran tilang, dan 5 pelanggaran diberi teguran tertulis,” sebut Andreas.
“Kami juga melakukan penegakkan dan pengaturan lalin masuk dan pulang anak sekolah, sosialisasi anti pungli, pemerasan dan makelar, serta patroli rutin daerah rawan laka, pelanggaran dan kriminal,” imbuhnya.(imr)