Breaking News
Home >> Ekonomi kaltim >> BFI Terapkan Strategi Jemput Bola
PROAKTIF : Di tengah masih sulitnya kondisi ekonomi seperti sekarang, pelaku usaha pembiayaan seperti BFI melakukan langkah proaktif dengan menerapkan strategi jemput bola untuk meningkatkan jumlah nasabah
PROAKTIF : Di tengah masih sulitnya kondisi ekonomi seperti sekarang, pelaku usaha pembiayaan seperti BFI melakukan langkah proaktif dengan menerapkan strategi jemput bola untuk meningkatkan jumlah nasabah

BFI Terapkan Strategi Jemput Bola

Hadiah Miliaran Rupiah Menunggu

BALIKPAPAN – Kondisi pembiayaan yang stagnan membuat PT BFI Finance Indonesia Tbk Regional Kalimantan Timur dan Utara menerapkan diversifikasi sektor pembiayaan dan strategi jemput bola.Hal itu untuk mengejar target pembiayaan yang hingga saat ini baru mencapai sekitar Rp400 miliar dari target Rp700 miliar sepanjang tahun.
Regional Manager BFI Finance Kaltimra Hernandi Kusno mengatakan, kondisi pembiayaan tahun ini masih relatif stabil bila dibandingkan dengan tahun lalu.
Menurutnya, target pembiayaan 2015 mengalami revisi pada pertengahan tahun akibat kondisi perekonomian yang turut berimbas pada realisasi pembiayaan.
“Kompetisi di dunia finance itu sangat ketat, jadi perlu inovasi untuk menggaet nasabah. Salah satunya yang kami jalankan adalah promotion day, flyering, penetrasi ke pasar-pasar, sosialisasi, dan sebagainya. Kami buat juga program undian ‘Uber Milyaran 2016’,” jelasnya.
Program undian berhadiah utama satu unit mobil itu bertujuan untuk meningkatkan loyalitas dan produktifitas nasabahnya.
Sebab, dengan kondisi ekonomi daerah yang tengah bergerak lambat, pihaknya tak bisa lagi menunggu nasabah datang untuk menggunakan produk-produk BFI.
Cara lain yang ditempuh BFI untuk menggaet nasabah adalah dengan diversifikasi sektor pembiayaan, atau memperluas pilihan pembiayaan untuk nasabah.
Saat ini, BFI menyediakan pembiayaan untuk mobil, motor, mesin, alat berat, properti, hingga ke usaha kecil, menengah, dan mikro (UKM).
Portofolio pembiayaan BFI di Kaltimra terbesar berada pada pembiayaan mobil sebesar 80%, disusul dengan pembiayaan alat berat sebesar 11%, pembiyaan properti sebesar 2% dan sisanya tersalurkan ke sektor-sektor lain.
Adapun daerah yang berkontribusi besar terhadap portofolio pembiayaan adalah Kota Balikpapan dan Samarinda.
“Pada saat industri sedang bagus-bagusnya, pembiayaan alat-alat berat pernah menjadi backbone kami, pangsanya bisa mencapai 80%. Tapi sekarang menurun seiring dengan menurunnya kegiatan industri di Kaltimra.
Kami perluas sektor yang dibiayai. Mesin-mesin seperti mesin foto kopi, molding, itu juga kami biayai sekarang,” tukas Hernandi.(bis)