Breaking News
Home >> Balikpapan >> BLH Gelar Konsultasi Publik Soal Proyek Tol PPU – BPP
KONSULTASI PUBLIK : Kepala BLH  Kaltim, Reza dan Camat Balikpapan Kota saat memimpin rapat konsultasi publik terkait pembangunan jembatan tol PPU – Balikpapan.
KONSULTASI PUBLIK : Kepala BLH Kaltim, Reza dan Camat Balikpapan Kota saat memimpin rapat konsultasi publik terkait pembangunan jembatan tol PPU – Balikpapan.

BLH Gelar Konsultasi Publik Soal Proyek Tol PPU – BPP

BALIKPAPAN- Pembangunan jembatan tol PPU-Balikpapan, terus berlanjut. Bertempat di kantor kecamatan Balikpapan Kota, digelar konsultasi publik yang dipimpin Kepala BLH Kaltim , perwakilan BLH Balikpapan, konsultan Amdal, perwakilan Waskita Toll Road, masyarakat Balikpapan terkena dampak, LSM, Kecamatan Kota, Lurah Prapatan, dan sejumlah perwakilan RT.
Konsultasi publik ini menyerap saran, kritik dan masyakarat atas rencana pembangunan jembatan yang panjang mencapai 6,5 kilometer.
Kepala BLH Kaltim Reza mengatakan persoalan sosial dan teknis dibahas bersama yang juga menjadi bagian penting untuk dapat dimasukan dalam detail engineering design (DED). “Apa yang berkembang di sini atau disuarakan komunitas di sini akan menjadi pembahasan Amdal berikutnya. Contohnya tadi sempat banyak dibahas soal clearance dan karang pajang termasuk masalah lumba-lumba hidung botol juga termasuk turunan clearance atau tumpahan minyak, umpamanya kapal tidak masuk. Tentu ini diantisipasi dalam Amdal,” jelasnya.
Dia berpendapat sudah waktunya Kaltim memiliki konektivitas jembatan antarpulau demi kemajuan daerah. Sebab pulau-pulau lainya seperti di Bali dan Madura sudah menyambung. “ Masa kita nggak nyambung-nyambung sudah 71 tahun merdeka. Oleh karena itu dukungan masyarakat ini sangat dibutuhkan. Berikan masukan kepada pemrakarsa/pemda untuk bisa berjalan dengan baik dan selamat,” tuturnya.
Jembatan tol ini memiliki clearance setinggi 50 meter dan akan dibuat jalan layang/fly over hingga kawasan Lapangan Merdeka. Titik turun mulai di kantor KPU, di sisi laut Melawai hingga menyambung ke coastal road. Di samping itu dibuatkan exit ramp di sekitar tugu adipura jika belum terbangun coastal road. “ Jadi titik turun depan KPU itu paling aman,” ujar Reza.
Nugroho dari Konsultan Amdal PTIntegral Multi Talenta menambahkan jika coastal road belum terealiasi maka exit ramp akan dialihkan ke kawasan Tugu Australia. “ Ini kan saling berhubungan.Otomatis mau nggak mau dua proyek (jembatan dan coastal road) ini harus bekerjasama. Paling tidak ramp-nya jadi. Cuma kalau coastal road belum jadi lalu jembatan jadi ya kendalanya akan tertumpah di sini (tugu Australia). Tentu ada yang dirugikan tapi akan ada rekayasa lalulintas,” jelasnya kemarin.
Ke depan, kata Nugroho, harus dibuat pengaturan lalulintas kapal melalui atas jembatan. Hal ini harus didiskusikan dengan pihak Pertamina dengan pemrakarsa.
Dalam skema pembanguna jembatan dan coastal road akan saling berhubungan. Nantinya jalan di sisi laut akan dibuat hingga bandara dan menyambung dengan jalan tol Sepinggan- Manggar.
Dalam konsultasi publik juga disepakati pembangunaan jembatan tol ini diantaranya harus sesuai dengan RTRW Kaltim, RTRW Balikpapan. Selain itu pemrakarsa tidak melakukan kontruksi sebelum perizinan terpenuhi. “Kegiatan ini jembatan agar dapat memberikan dampak positif bagi PPU dan Balikpapan serta memperhatikan aspek sosial dan lingkungan,” sebut Kasubdit Bidang Pengkajian Dampak Lingkungan BLH Kaltim Fahmi Himawan saat membacakan hasil kesimpulan konsulitasi publik.
Di samping itu jalur keluar masuk jembatan tidak mengganggu area publik Lapangan Merdeka dengan situasi jalur eksisting kota Balikpapan, termasuk memperhatikan lumba-lumba hidung botol saat pemancangan di perairan teluk Balikpapan. “Juga memperhatikan keanekargaman hayati di sekitar lokasi pembangunan termasuk aspek keselamatan operasional proyek,” tukasnya. (din)