Home >> Samarinda >> BMKG : Hujan Deras Sampai Februari
INGATKAN WARGA: Sutrisno menjelaskan prediksi hujan deras yang berpotensi terjadi hingga Februari tahun depan.
INGATKAN WARGA: Sutrisno menjelaskan prediksi hujan deras yang berpotensi terjadi hingga Februari tahun depan.

BMKG : Hujan Deras Sampai Februari

SAMARINDA – Puncak curah hujan tinggi di Samarinda menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Samarinda dalam kondisi normal terjadi bulan depan, Desember, selanjutnya Januari 2017 dan Mei 2017. “Itu kalau normal, tapi saat ini berdasarkan pantauan kami, Samarinda tengah terkena La Nina meskipun intensitasnya masih lemah,” ujar Kepala BMKG Samarinda Sutrisno ditemui Koran Kaltim Kamis (17/11) kemarin.
La Nina adalah fenomena turunnya suhu permukaan air laut di Samudera Pasifik yang lebih rendah dari wilayah sekitarnya, yang mengakibatkan musim hujan di atas kawasan Indonesia dengan rata-rata intensitas curah hujan yang lebih tinggi dari tahun-tahun biasanya.
Akibat La nina ini, diprediksi BMKG hujan dengan intensitas deras akan terus mengguyur Kota Tepian bulan November ini, Desember hingga Februari 2017 mendatang. “Bulan Februari La Nina baru akan normal, jadi potensi hujan lebat masih akan bertahan lama,” katanya.
Dampak dari La nina ini hujan deras biasanya diawali dengan angin yang cukup kencang. Angin mengikuti arah awan, dimana angin kencang tersebut merupakan efek dari adanya awan cumolonimbus, awan vertikal menjulang yang sangat tinggi, padat dan terlibat dalam badai petir dan cuaca dingin lainnya. “Arah tiupan angin itu searah dengan awan itu bergerak, setelah hujan turun angin akan berangsur-angsur mereda,” sebutnya.
Tingginya curah hujan juga membuat volume air Sungai Mahakam menjadi meningkat, dimana hal ini masih ditambah bertepatan dengan bulan purnama yang membuat air laut pasang, sehingga menyebabkan beberapa titik jalan di kota tergenang. Diingatkannya kepada warga khususnya yang tinggal di wilayah tepian Sungai Karang Mumus (SKM) juga Sungai Mahakam agar pada jam-jam tertentu terutama 3 jam setelah hujan untuk siaga karena genangan air meningkat dengan cepat, pasalnya volume air Sungai Mahakam saat ini sedang dalam kondisi penuh.
“Untuk masyakat yang tinggal di lereng atau bukit yang cukup terjal juga harus waspada karena potensi hujan deras atau tidak deras namun berdurasi lama dapat mengakibatkan longsor,” pungkasnya. (rs616)