Home >> Kutai Kartanegara >> Bocah Ini Bakar Jemuran Warga untuk Mencari Perhatian

Bocah Ini Bakar Jemuran Warga untuk Mencari Perhatian

TENGGARONG – Seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar ditangkap warga karena tertangkap tangan sedang membakar sampah beserta jemuran dan pakaian milik warga di Gang Rahmat RT 23, Kelurahan Melayu, Rabu (30/11).
Intan, sebut saja begitu, diamankan warga sekitar pukul 10.00 Wita, persis di belakang PAUD Puspa Wijaya 2, Gang Rahmat Nomor 21 RT 23, di mana dirinya membakar sampah dan jemuran serta sejumlah pakaian warga tersebut, seorang diri.
Kepala Satpol PP dan Linmas Kukar Fida Hurasani mengatakan, Intan tertangkap tangan sedang membakar sampah beserta jemuran dan sejumlah pakaian milik warga di Gang Rahmat.
Sebelum kejadian, warga memang melihat anak tersebut melintas di sekitar lokasi. Intan masuk ke sebuah musala yang berada di Gang Rahmat, sekira pukul 09.20 wita. Tidak lama kemudian warga dikejutkan kepulan asap dari belakang musala tersebut.
Melihat asap sudah membumbung di tengah pemukiman mereka, warga langsung mencari titik api dan ternyata menemukan Intan sedang membakar sampah dan jemuran.
Warga yang panik langsung memadamkan api agar tidak lebih membesar dan menjalar bangunan yang sebagian besar bermatrikan kayu tersebut.
Setelah api padam, warga langsung mengamankan Intan dan kemudian menghubungi Polsek Tenggarong dan Satpol PP.
Kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan berdasarkan kese-pakatan warga di hadapan petugas Satpol PP, Polsek Tenggarong. Intan lalu diantar pulang ke rumahnya di Gang Lumpur, Kelurahan Melayu, tidak jauh dari lokasi pembakaran tersebut.
“Selanjutnya kita memanggil ibu tirinya untuk memastikan kondisi anaknya tersebut. Dia membakar jemuran dan pakaian warga untuk mencari perhatian,” ungkap Fida.
Dari keterangan keluarganya, Intan pamit dari rumah untuk pergi ke sekolah di salah satu SD yang tidak jauh dari rumahnya. Namun, ternyata dari sekolah meng-informasikan kalau Intan sudah tidak masuk selama satu bulan terakhir.
Setelah dikorek lebih dalam, ternyata Intan malu masuk sekolah lantaran kerap di-bully atau menjadi bahan ejekan teman-teman. Selain itu, Intan juga ada masalah keluarga. Ia mengaku tidak mendapatkan perhatian ayah kandungnya semenjak menikah lagi. (ale/ami)