Breaking News
Home >> Kutai Kartanegara >> Bos Perusahaan Kelapa Sawit Tersangka
AMBIL SAMPEL:  Polisi bersama ahli dari IPB mengambil sampel di lokasi kebakaran lahan PT Tunas Prima Sejahtera, Kecamatan Kenohan.
AMBIL SAMPEL: Polisi bersama ahli dari IPB mengambil sampel di lokasi kebakaran lahan PT Tunas Prima Sejahtera, Kecamatan Kenohan.

Bos Perusahaan Kelapa Sawit Tersangka

Diduga Sengaja Membakar Lahan

TENGGARONG – Kebakaran lahan seluas 6 hektare yang terjadi di blok 26 dan 27, di kawasan perkebunan sawit PT Tunas Prima Sejahtera (TPS) di Desa Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan, Kukar awal 2016 lalu berbuntut panjang hingga ke proses hukum.
Kebakaran ini sendiri diduga akibat ulah PT TPS yang melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar.
Polisi telah menetapkan General Manager PT TPS, Suparmaniam Jaka Ramam sebagai tersangka sejak beberapa pekan lalu. Ia bahkan dicekal keluar daerah.
Pekan lalu, tim penyidik dari Polres Kukar bersama Ahli Kebakaran Hutan dan Lahan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), yakni Prof Bambang Hero Saharjo dan DR Basuki Wasis melakukan pengecekan lokasi kebakaran.
Tim dan ahli kebakaran hutan ini mengambil sampel untuk uji lab di IPB Bogor guna melengkapi berkas perkara kebakaran tersebut. Total ada lima titik tempat pengambilan sampel. Lokasi bekas kebakaran saat itu digenangi air.
“Sampel yang diambil adalah tanah bekas terbakar, tanah gambut komposit yang terbakar di permukaan, tanah gambut utuh yang bagian permukaan telah terbakar, tumbuhan bawah yang tumbuh pada lahan bekas terbakar, tanah gambut permukaan yang tidak terbakar sebagai kontrol dan tanah gambut utuh yang tidak terbakar sebagai kontrol,” kata Kapolres Kukar AKBP Fadillah Zulkarnaen melalui Kasat Reskrim AKP Yuliansyah didampingi Kanit Tipiter IPDA Sudarwanto.
Saat ini, hasil lab yang diambil sudah keluar dan hasilnya bahwa di lokasi tersebut telah terjadi kebakaran yang mengakibatkan kerusakan lingkungan.
“Penyidikan kasus ini sudah tahap 1, yakni berkas sudah ke Kejaksaaan. Kita masih menunggu petunjuk jaksa, makanya hasil uji lab ini untuk memperkuat penyidikan,” katanya.
Dijelaskannya, PT TPS masuk kawasan tersebut dan melakukan penanaman sawit pada 2012 silam. Namun, setelah penanaman, tanaman sawit banyak mati karena tenggelam. Pada 2014 lalu, PT TPS melakukan babat rintis untuk identifikasi tanaman sawit yang masih hidup.
Pada awal Januari 2016, lahan tersebut kemudian terbakar. “Apakah sengaja dibakar atau terbakar, itu mau kita telusuri. Namun hasil lab bahwa ada kebakaran di lokasi tersebut yang mengakibatkan kerusakan ling-kungan,” katanya.
Dalam kasus kebakaran ini, belum bisa dipastikan apakah lahan ini sengaja dibakar oleh perusahaan, namun dari hasil kroscek polisi dengan lembaga terkait semisal BLH, Dinas Kehutanan Pemprov Kaltim dan Disbunhut Kukar, ternyata PT TPS disebut tidak memiliki organisasi personel pemadam yang terlatih sesuai regulasi.
“Perusahaan tidak punya peralatan pemadaman kebakaran di kebun apabila terjadi kebakaran, tidak memiliki personel terlatih untuk penanggulangan kebakaran, tidak punya SOP pemadaman dan tidak memiliki menara pantau titik api. Di situlah patut diduga ada kelalaian,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen PT TPS belum bisa dikonfirmasi. (ami)