Breaking News
Home >> Kutai Kartanegara >> Bos PT FBS Akhirnya Izinkan Karyawan Jual Aset
TERJUAL: Polisi saat mengamankan aset  PT FBS yang sempat dijarah oleh sekolompok orang tidak bertanggung jawab. Kini, karyawan bisa dengan bebas menjual aset perusahaan setelah mendapat izin dari manajemen.
TERJUAL: Polisi saat mengamankan aset PT FBS yang sempat dijarah oleh sekolompok orang tidak bertanggung jawab. Kini, karyawan bisa dengan bebas menjual aset perusahaan setelah mendapat izin dari manajemen.

Bos PT FBS Akhirnya Izinkan Karyawan Jual Aset

500 Ton Besi Tua Sudah Terjual

TENGGARONG – Bos PT Fajar Bumi Sakti (FBS) akhirnya menyetujui penjualan aset untuk digunakan sebagai ganti pembayaran pesangon. Dengan persetujuan itu, karyawan tidak perlu lagi meminta restu kepada Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Samarinda.
“Kami sangat bersyukur manajemen PT FBS bekerja sama dengan baik dalam menyikapi masalah ini. Dengan surat izin dari mereka, aset besi tua yang ada bisa kita jual dan uang hasil jual tersebut nantinya akan kita gunakan sebagai ganti pembayaran pesangon 700 karyawan,” kata Koordinator karyawan PT FBS, Nurmulku kepada Koran Kaltim, kemarin.
Senin (28/11) lalu, kata Mulku, sebanyak 500 ton besi tua sudah dikirim ke Surabaya untuk dijual kepada PT Jaya Sembilan Abadi.
“Perwakilan karyawan, pihak keamanan dan pembeli melakukan penimbangan secara bersama-sama sebelum dikirim ke Surabaya menggunakan kapal LCT,” ujar Mulku.
Mulku menjelaskan, besi tua hasil pretelan alat berat milik PT FBS itu dibeli dengan harga Rp1.000 per kilogram. Pembayaran dilakukan ketika besi itu tiba di Surabaya. “Kapal LCT milik PT Jaya Sembilan Abadi akan kembali tiba untuk mengangkut besi ke Surabaya,” ujar Mulku.
Menurut Mulku, penjualan aset ini merupakan kabar bahagia bagi karyawan PT FBS mengingat dalam beberapa tahun terakhir nasib mereka tidak jelas. Ia menyebut ini adalah hasil perjuangan para karyawan.
“Semua uang hasil penjualan besi tua akan dibagi ke seluruh karyawan, baik tambang luar maupun tambang dalam. Pola pembagian mungkin menyesuaikan dengan besaran gaji dan tahun bekerja serta pertimbangan lain,” jelas Mulku.
Aset PT FBS sebelumnya ditaksir mencapai 60 ribu ton. Namun setelah adanya pen-jarahan yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab, aset itu ditaksir tak lebih dari 5.000 ton. (ind)