Breaking News
Home >> Bontang - Kutim >> BPBD Bergerak Kalau Ada Korban Jiwa
KONDISI rumah warga terancam longsor, diambil belum lama ini. Sejauh ini Pemkab belum bertindak. Bahkan BPBD Kutai Timur baru bergerak apabila ada korban jiwa, agar bisa mendapatkan bantuan dari BNPB.
KONDISI rumah warga terancam longsor, diambil belum lama ini. Sejauh ini Pemkab belum bertindak. Bahkan BPBD Kutai Timur baru bergerak apabila ada korban jiwa, agar bisa mendapatkan bantuan dari BNPB.

BPBD Bergerak Kalau Ada Korban Jiwa

Ancaman Longsor Rumah Warga di Bantaran Sungai Kelinjau

SANGATTA – Terkait longsor di Kecamatan Muara Ancalong, Kutai Timur (Kutim), beberapa waktu yang lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur, tidak bisa berbuat banyak. Defisit anggaran membatasi ruang gerak mereka, dan lebih memilih adanya korban jiwa baru bisa bergerak.
Kepala BPBD Kutim Zainuddin Aspan mengatakan, Sungai Kelinjau termasuk dalam daerah aliran sungai (DAS), menuju Sungai Mahakam dan memiliki arus sungai yang cukup deras.
Diterangkan Zainuddin, dia sudah beberapa kali mengajukan pemasangan alat pendeteksi dini bencana (early warning system) kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta. Namun terbatasnya anggaran, permintaan itu belum bisa terpenuhi. Alat tersebut menurut dia, tidak hanya berguna sebagai pendeteksi banjir tetapi juga termasuk bencana longsor.
“Di sana kan tidak ada korban jiwa. Jadi begini, kita di BPBD yang menjadi utama, kalau ada korban jiwa baru ada langkah-langkah darurat, yang bisa kita lakukan di sana. Kalau tidak ada, ini sulit bagi kami untuk mendapatkan dana dari BNPB,” kata Zainuddin, Senin (28/11), kepada wartawan di kantor Bupati Kutai Timur.
Lanjut dia, kondisi serupa juga pernah terjadi di Gang Banjar, Sangatta Utara. Longsor di pemukiman warga yang berada di bantaran DAS Sungai Sangatta bahkan membuat beberapa rumah warga ambruk. Namun karena tidak ada korban jiwa, maka pihaknya tidak bisa mendapatkan kucuran dana tanggap bencana dari BNPB. Bahkan kondisi tersebut tidak dianggap menjadi kondisi tanggap darurat. Padahal warga yang tertimpa musibah sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah.
“Kasus longsor di Gang Banjar parah sekali, longsornya pas di permukiman warga, tapi tidak ada korban jiwa. Intinya ada korban jiwa, baru bergerak,” sebutnya lagi.
Sebelumnya, arus deras yang menimpa Sungai Kelinjau, Kecamatan Muara Ancalong Kutai Timur (Kutim), mengakibatkan jalan menuju PDAM Muara Ancalong, Desa Kelinjau Ilir, Muara Ancalong, sejak beberapa hari lalu ambruk sehingga menganggu aktivitas masyarakat.
Jalan yang ambruk mencapai 2 meter bahkan mengancam salah satu rumah warga Kelinjau Ilir. Sejumlah warga mengkhawatirkan jika lahan yang ambruk tidak dilakukan penurapan, bakal mengancam rumah warga serta Instalasi Pengolahan Air (IPA) Muara Ancalong. (sab)