Breaking News
Home >> Ekonomi kaltim >> BPJS Tawarkan Banyak Keistimewaan

BPJS Tawarkan Banyak Keistimewaan

TENGGARONG – Sebagai jaminan Sosial Ketenagakerjaan, BPJS memberikan banyak keistimewaan bagi Karyawan yang memiliki Kartu BPJS Ketenagakerjaan.
Pimpinan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tenggarong, Budi mengatakan, berdasarkan Undang-undang Nomor 44 Tahun 2015, banyak sekali yang didapat oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan, seperiti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), biaya pengobatan dan perawatan, santunan cacat, santunan kematian, biaya rehabilitasi, dan bantuan beasiswa.
“Manfaat JKK ini merupakan jaminan yang memberikan dan rehabilitasi bagi pekerja yang mengalami kecelakaa dalam hubungan kerja, termasuk kecelakan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya, penyakit yang disebabkan lingkungan kerja, dan lain-lain yang disebabkan untuk urusan kerja,” ungkapnya, kemarin.
Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan jaminan Hari tua (JHT) yang dapat diambil sekaligus apabila peserta telah memasuki masa pensiun, cacat total tetap, meninggal dunia ataupun berhenti bekerja dengan masa tunggu satu bulan.
“Jadi JHT ini bisa diambil, di waktu pensiun dan berhenti bekerja. Sejak awal tahun 2016 hingga Oktober ini sudah ada kurang lebih Rp12 miliar yang dicairkan untuk JHT seniri,ini berdasarkan data yang ada di Kukar saja,” tambahnya.
Budi juga mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan juga menyediakan perlindungan terkait dengan bisnis jasa konstruksi. Kepesertaan jasa konstruksi diantaranya pemberi kerja selain penyelenggara negara pada skala usaha besar, menengah, kecil dan mikro yang bergerak di bidang usaha jasa kontruksi.
Mereka yang mempekerjakan pekerja harian lepas, borongan, dan perjanjian kerja waktu tertentu, wajib mendaftarkan pekerjanya dalam Program Jaminan Kecelakan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM)
“Jasa konstruksi ini, seperti proyek-proyek APBD, proyek atas dana internasional, proyek APBD dan proyek swasta. Ada juga BPJS untuk pelaku usaha, seperti, tukang ojek bahkan pemilik toko,” ungkapnya.
Menurutnya, perusahan yang sudah menggunakan BPJS memang sudah cukup bervariasi. Sejauh ini perkebunan dan pertambangan merupakan perusahaan yang paling banyak mencatatkan tenaga kerjanya mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan.
Meski demikian ia mengakui, dari banyaknya perusahan yang ada di Kukar, belum semuanya mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan. “Masih banyak perusahan yang belum mengurus BPJS karena bermacam alasan,”ungkapnya. (yul1116)