Breaking News
Home >> Hukum & Kriminal >> BPMP2KB Laporkan Staf Bendaharanya

BPMP2KB Laporkan Staf Bendaharanya

BALIKPAPAN – Polres Balikpapan meneriman aduan dari petugas Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pember-dayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (BPMP2KB)  terkait dugaan tindak pidana penggelapan yang diduga dilakukan Bendahara BPMP2KB berinisial HR (29) senilai Rp 300 juta.
“Terkait aduan dari instansi yang bersangkutan (BPMP2KB, Red.) sudah kita terima, saat ini kita masih melakukan lidik,” ujar Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta melalui Kasat Reskrim Polres Balikpapan AKP Kalfaris T Lalo, Jumat (18/11).
Untuk ranahnya sendiri pihak kepolisian masih belum menjelaskan secara pasti, apakah masuk peng-gelapan atau tindak pidana korupsi, namun diperkirakan kasus tersebut mengarah ke penggelapan. “Belum dapat dipastikan karena masih dalam lidik,” ucapnya.
Perwira berpangkat tiga balok di pundak ini menambahkan, saat ini sudah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. “Saksi yang kita periksa ada kaitannya dengan kasus ini, kita juga masih mengumpulkan bukti-bukti lainnya,” katanya.
Terkait keberadaan diduga pelaku penggelapan, Kalfaris enggan men-jawab dan hanya mengatakan masih dalam lidik. “Perkembangan terbaru kita akan sampaikan nanti,” tandasnya.
Untuk diketahui, kaburnya benda-hara BPMP2KB Balik-papan berinisial HR diduga melakukan penggelapan senilai Rp 300 juta.
Kepala Inspektorat Balik-papan, Dahniar menjelaskan, HR sudah tidak diketahui keberadaannya alias melarikan diri. Akibat melarikan diri itu, pihaknya menyerahkan tin-dakan tersebut kepada aparat penegak hukum. “Karena yang bersangkutan sudah melarikan diri, maka kami serahkan kepada aparat penegak hukum. Jadi sudah menjadi kewenangan kepolisian,” ujar Dahniar.
Inspektorat belum merinci jenis tindakan melawan hukum yang dilakukan oknum bendahara BPMP2KB itu. Apakah jenis pelanggaran masuk dalam tindak pidana korupsi atau penggelapan, hal itu menjadi kewenangan pihak kepolisian. “Kami sudah serahkan kepada aparat penegak hukum, silakan kepolisian yang menilai,” ucap-nya.(yud)