Breaking News
Home >> Nasional >> Bucket Helikopter Pengebom Air Putus

Bucket Helikopter Pengebom Air Putus

PEKANBARU – Bucket atau ember Helikopter Sikorsky N5193Y yang sedang melakukan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, putus. “Kejadiannya sekitar pukul 10.00 WIB tadi. Bucket putus saat penuh berisi air,” kata salah seorang anggota Masyarakat Peduli Api Kampar, Heri, Jumat (7/10).
Heri mengatakan putusnya bucket berkapasitas 4 ton air tersebut terjadi secara tiba-tiba saat helikopter yang sedari pagi telah melakukan upaya pengeboman air di lokasi tersebut. “Saya hitung tadi putusnya bucket tersebut setelah heli melakukan pengeboman air sebanyak 20 kali,” ujarnya.
Beruntung tidak ada anggota MPA yang saat itu sedang melakukan pemadaman menjadi korban jatuhnya ember bertuliskan Bambi Bucket tersebut. Pengeboman air merupakan andalan Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Riau dalam menanggulangi titik-titik api.
Dalam operasi tersebut, heli melakukan pemadaman dengan istilah pengeboman air menggunakan bucket yang diikat dengan tali baja pada bagian bawah helikopter. Selama pengeboman air menggunakan heli belum pernah ada kejadian putusnya bucket. “Ini merupakan yang pertama kali terjadi,” katanya.
Dari pantauan di lokasi, bucket tersebut jatuh bersama tali pengaitnya dari helikopter. Saat ini bucket masih berada di lokasi kebakaran. Sementara heli Sikorsky telah kembali ke Lanud Roesmin Nurjadin. Bucket bersama tali pengait rencananya akan dievakuasi secara terpisah oleh tim SkyHawk Lanud Roesmin Nurjadin, yang merupakan pangkalan tim udara Satgas Karhutla.
Kepala Dinas Operasi Lanud Roesmin Nurjadin Kolonel Pnb Yani Amirullah mengatakan pihaknya masih menginvestigasi jatuhnya bucket tersebut. Perlu diketahui, Satgas Karhutla Riau memiliki sejumlah helikopter pengebom air lainnya. Selain Sikorsky, juga terdapat 2 unit MI-8, 1 unit heli MI-171, 1 unit heli Bolkow 105, serta dua unit pesawat Air Tractor. Seluruh armada itu dimanfaatkan untuk pengeboman air. (rol)