Breaking News
Home >> PPU - Paser >> Buen Festival Jadi Kalender Tahunan PPU
BERAKHIR: Seniman lokal dan mancanegera berkolaborasi memainkan musik dan nada menandai penutupan Buen Festival.
BERAKHIR: Seniman lokal dan mancanegera berkolaborasi memainkan musik dan nada menandai penutupan Buen Festival.

Buen Festival Jadi Kalender Tahunan PPU

PENAJAM – Buen Festival yang digelar di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diharapkan dapat menjadi kalender tahunan di PPU dan sebagai hari raya kebudayaan baik di tingkat lokal Kabupaten maupun nasional.
Demikian dikatakan Wabup PPU, H Mustaqim MZ, Minggu (9/10) malam, saat menutup kegiatan Buen Festival yang telah dilaksanakan selama tiga hari sejak Jumat (7/10).
“Kegiatan ini kami harap yang terlaksana Oktober ini bisa menjadi kalender tahunan di PPU terlebih dapat dijadikan sebagai momen hari raya kebudayaan mengingat Buen Festival cukup mendapat antusiasme dari berbagai kalangan baik masyarakat lokal PPU, nasional bahkan mancanegera,”tukasnya.
Mustaqim mengucapkan apresiasi yang tinggi kepada semua elemen masyarakat dan para seluruh partisipan PPU sehingga Buen Festival yang pertama kali dilaksanakan di PPU berjalan sukses. Bahkan dihadiri para penggerak seni dan budaya lokal hingga mancanegara. “Terlebih penghargaan ini kami sampaikan kepada penggagas seni dan kebudayaan PPU bapak Jamal Loge dan Jaringan Kampung Nusantara yang berawal dari kunjungannya beberapa waktu lalu sehingga berinisiatif melaksanakan acara Buen Festival yang pertama kalinya di PPU,”ujar Mustaqim.
Pada kegiatan penutupan tersebut ditandai dengan pemukulan tepetep alat musik tradisional oleh Wabup bersama pemuka adat dan para budayawan serta dilanjut dengan penyerahan cenderamata sekaligus acara sarasehan merupakan pertanda ditutupnya acara Buen Festival 2016 secara resmi
Kegiatan dilanjut dengan acara hiburan penutupan malam hari dengan penampilan para tamu budayawan mancanegara bersama Budayawan Japung nusantara dan pelaku seni lokal berkolaborasi memainkan musik-musik tradisional dengan penuh suka cita bersama seluruh masyarakat menutup berakhirnya rangkaian acara kegiatan.
Dalam rangkaian penutupan tersebut, Mustaqim didampingi Kepala Dinas Perhubungan dan Pariwisata (Dishubudpar) PPU, Adi Irawan serta undangan lainnya, mengikuti ritual besoyong dan doa adat Paser dilakukan oleh Pemuka Adat suku Paser Wa‘Kettu. Kegiatan juga diikuti oleh artis Tri Utami beserta rombongan jaringan kampong nusantara, budayawan Spanyol, Rodrigo Parero, Budayawan Jepang, Junichy serta seluruh masyarakat yang telah antusias menghadiri selama pelaksanaan Buen Festival berlangsung.
Pada kesempatan itu, Wa‘Kettu menerangkan, maksud dan tujuan ritual yakni ditujukan untuk menghormati para leluhur serta meminta keselamatan baik selama kegiatan berlangsung terlebih untuk keselamatan antar suku dan budaya yang beragam di wilayah PPU. “Ritual besoyong dan doa merupakan tata cara dari adat paser, untuk meminta keselamatan dan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur kita,”pungkasnya. (nav)