Kandungan Gizi Durian
Jumlah Per 100 g
Kalori (kcal) 147
Jumlah Lemak 5 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 2 mg
Kalium 436 mg
Jumlah Karbohidrat 27 g
Serat pangan 3,8 g
Protein 1,5 g
Vitamin A 44 IU Vitamin C 19,7 mg
Kalsium 6 mg Zat besi 0,4 mg
Vitamin B6 0,3 mg Vitamin B12 0 µg
Magnesium 30 mg
Bukan Sekadar Loncat-loncat

Bukan Sekadar Loncat-loncat


korankaltim
korankaltim
2016-11-28 06:05:27
Tren Parkour Mulai Merambah Anak Muda di Kota Raja



TENGGARONG – Parkour mungkin adalah masih menjadi kata yang cukup asing didengar oleh masyarakat Indonesia. Parkour adalah olahraga yang sudah mendunia, sejak diperkenalkan oleh David Belle di Perancis 26 tahun yang lalu. Sekarang Parkour sudah bisa ditemui di banyak negara di dunia, termasuk Indonesia, dan terkecuali di Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Kota Raja Tenggarong pun tak luput dari fenomena ini. Beberapa pemuda yang menggeluti olahraga ini baru mencapai sekitar 60 orang. Reza, Ketua Harian dari Komunitas Parkour Tenggarong berbagi pengalamannya bersama Koran Kaltim hari Minggu (27/11) kemarin.

“Parkour adalah seni berpindah tempat dari titik A ke titik B dengan mengandalkan efisiensi dan kekuatan tubuh manusia,” kata dia.

Menurut Reza, dalam parkour, para praktisi diwajibkan untuk pemanasan sebelumnya, untuk menghindari cedera otot. “Kami lebih mengutamakan melatih fisik dengan sit up, push up, quadrupedal, squat jump dan lain – lain. Setelah itu baru kami latihan teknik dan nyali,” katanya.

Andri, salah satu praktisi parkour mengatakan jika parkour itu melatih intuisi kita menjadi lebih kuat terutama di loncatan – loncatan yang memerlukan fokus. “Untuk teknik dasar biasanya diajarkan untuk precise jump. Precise jump itu adalah lompatan yang diarahkan ke suatu bidang sempit seperti pagar. Jadi harus fokus, baik pada pendaratan dan kekuatan kaki,” jelasnya.

Bicara cedera, Reza dan Andri mengatakan hal yang sama. Mereka tidak pernah mengalami cedera serius selama menjalani Parkour. “Setidaknya, sampai satu tahun baru seorang praktisi itu siap loncat dari ketinggian yang setara dengan tinggi badannya,” kata Reza.

“Dasarnya tetap sama yaitu fisik, nyali dan teknik. Bedanya, jika di Parkour itu tidak ada flip (salto) karena mengedepankan efisiensi gerak, sedangkan di Freerunning banyak teknik flip,” kata Reza. (ted1116)

loading...

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
1 month ago | dibaca 310 kali
img