Breaking News
Home >> Planet Football >> Bukti Buffon Belum Mati
PAHLAWAN BIANCONERI: Kegembiraan Gianluigi Buffon (dua dari kanan) bersama pemain Juventus setelah memastikan kemenangan di markas lawan.
PAHLAWAN BIANCONERI: Kegembiraan Gianluigi Buffon (dua dari kanan) bersama pemain Juventus setelah memastikan kemenangan di markas lawan.

Bukti Buffon Belum Mati

Olympique Lyon 0-1 Juventus

LYON – Bermain dengan 10 orang di kandang lawan, dihukum penalti namun akhirnya tetap meraih kemenangan tentu bukan persoalan mudah bagi sebuah tim sepakbola. Tapi itulah yang berhasil dilakukan Juventus dan itu dilakukan Juventus di ajang bergengsi, Liga Champions.
Ya, dalam matchday ketiga Grup H yang berlangsung di Stade de Lyon, Prancis, markas Olympique Lyon, Rabu (19/10) dinihari kemarin, gol tunggal Juan Cuadrado dan penyelamatan gemilang Gianluigi Buffon memastkan Bianconeri membawa pulang tiga angka dan tetap memimpin klasemen dengan 7 poin dibayangi Sevilla di posisi kedua dengan nilai sama namun kalah selisih gol.
Juve harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-54. Mario Lemina diusir wasit setelah mendapat kartu kuning kedua. Tapi, Juve justru mampu mencuri gol meski kalah jumlah pemain. Juan Cuadrado menjadi penentu kemenangan Juve lewat golnya di menit ke-76 setelah masuk menggantikan Paulo Dybala menit 68.
Tak cuma Cuadrado, Gianluigi Buffon juga layak dilabeli pahlawan Juve di laga tersebut. Dia menggagalkan tendangan penalti Alexandre Lacazette dan juga melakukan sejumlah penyelamatan penting.
Buffon menyebut aksinya sebagai pembuktian tersendiri. Penampilan kiper 38 tahun itu menjawab kritikan yang belakangan datang menyusul beberapa kesalahannya saat tampil buat Juve dan Italia. “Orang-orang boleh saja mengadakan pemakaman buat saya, tapi takkan ada saya di sana,” ucap Buffon usai laga. “Saya sudah mendengar banyak hal bodoh dalam beberapa pekan terakhir tapi cuma ada satu komentar yang tepat, ‘Saya berharap lebih dari Buffon’. Itu tepat dan saya sepenuhnya sepakat,” tuturnya.
Penyelamatan lain yang tak kalah impresif dilakukan Buffon beberapa menit setelah babak kedua berjalan, ketika bola sepakan Nabil Fekir dari dalam kotak penalti mengenai pemain Juve dan berubah arah, untuk diantisipasi Buffon dengan tinjunya walaupun ketika itu posisi tubuhnya sama sekali tidak ideal. Penyelamatan itu bahkan disebut membuat kiper Lyon Anthony Lopes bertepuk tangan.
Bianconeri kemudian harus bermain dengan 10 pemain setelah Mario Lemina menerima kartu kuning kedua di menit ke-54. Dan Buffon setelah itu setidaknya membuat satu penyelamatan penting lagi dengan menghentikan bola tandukan Corentin Tolisso tepat di depan gawangnya. “Saya tidak melakukan perayaan setelah penyelamatan-penyelamatan itu karena kami sedang main dengan 10 orang dan saya tak mau buang-buang tenaga. Saya ingin tetap fokus pada apa yang terjadi di hadapan saya, mengingat saya berutang itu kepada rekan-rekan setim, klub, dan para suporter yang senantiasa memberi dukungan penuh buat saya,” kata Buffon.
Kapten Lyon Maxime Gonalons menyebut timnya sudah melakukan segala cara, juga melempar sanjungan khusus pada Buffon. “Apa lagi yang bisa kami lakukan? Kami sudah memberikan segalanya. Laga ini adalah pertarungan taktik. Kami memiliki peluang emas, tapi segalanya terhenti oleh aksi heroik Buffon. Ia benar-benar luar biasa,” ucap Gonalons. (fi/mar)