Breaking News
Home >> Akademika >> Buku Digital Bantu Siswa Belajar

Buku Digital Bantu Siswa Belajar

JAKARTA – Pembelajaran model digital sudah sangat akrab bagi peserta didik saat ini. Pembelajaran digital ini menjadi peluang hadirnya buku digital yang mampu membantu siswa belajar lebih interaktif.
Anggota Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah Gunawan Suryoputro mengatakan, dari sisi pembelajaran buku digital interaktif itu menyenangkan, menarik, inovatif, kreatif. Daya tariknya lebih kuat karena mengandung muatan visual.
“Buku digital ini sangat membantu guru dalam mengajar siswa-siswanya. Sebab siswa jadi lebih mudah paham karena tertarik dengan kontennya yang kreatif,” katanya.
Peluang inilah yang dimanfaatkan perusahaan penyedia software pendidikan, Pesona Edu. Chief Marketing Pesona Edu Ira Anindita mengatakan, dunia pendidikan sedang berevolusi ke arah digital. Dengan adanya tablet, anak-anak dapat belajar di manapun dan kapanpun dan mendapatkan informasi apapun dari berbagai sumber di internet.
“Sekolah sebagai institusi pendidikan juga mulai meningkatkan performa dengan mengadopsi pembelajaran digital ke dalam kegiatan belajar mengajar. Misalnya dengan menggunakan laptop atau tablet dalam aktivitas pembelajaran,” katanya.
Ia menjelaskan pembelajaran digital tak hanya sekedar mengganti kertas dan pena, maka Pesona Edu meluncurkan aplikasi buku digital interaktif. Aplikasi ini dilengkapi dengan teknologi buku digital generasi ke-4, yang ditujukan untuk digunakan guru dan siswa yang menyesuaikan dengan eranya Gen Z, yaitu era digital.
Materi dalam buku digital interaktif disajikan dengan tampilan mirip buku namun diperkaya oleh animasi dan simulasi interaktif berkualitas tinggi, audio narasi, dan berbagai fitur interaktif lain yang tertanam dalam aplikasi tunggal. Saat ini aplikasi buku digital ini mulai digunakan di beberapa sekolah di Jakarta, Pangkalpinang dan Batam. Managing Director Pesona Edu Hary S Chandra menambahkan, dengan buku digital interaktif anak mampu memahami isi buku pelajaran digital, tak hanya menghafal. Dalam buku digital interaktif misalnya dalam pelajaran agama Islam ada urutan berwudhu yang diacak.
“Anak disuruh menyusun urutan wudhu yang benar melalui tabletnya. Ini membuat anak berpikir bukan menghafal, buku digital ini tak menggantikan buku teks pelajaran namun hanya melengkapi,” ujarnya.(rol)