Dipublish: 1 Juli 2013, 21:59

Bupati Berau Lepas 420 Mahasiswa KKN

TANJUNG REDEB-Bupati Berau Drs H Makmur HAPK MM melepas sebanyak 420 mahasiswa untuk melaksanakan KKN di halaman Kantor Bupati Berau, Senin (1/7). Para mahasiswa tersebut, terdiri dari mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, sebanyak 194 orang, mahasiswa STIPER sebanyak 12 orang, dan mahasiswa STIT Muhammadyah Tanjung Redeb  sebanyak 214 orang.
Turut hadir, Wakil Bupati Ir H Ahmad Rifai MM, Kepala Dinas dan Kepala BPM-PK, Drs H Muhammad Dakri.
Makmur mengatakan dengan adanya KKN ini, masyarakat di kampung–kampung bisa menge-tahui akan kemajuan dunia pendi-dikan atau ilmu pengetahuhan , juga bisa belajar bagaimana memban-gun kampung agar dapat berman-faat bagi kehidupan masyarakat kampung itu sendiri. “Saya mengimbau agar mahasiswa yang melaksanakan KKN  saat ini untuk mengadakan kegiatan -kegiatan sesuai dengan potensi yang ada di kampung. Sehingga dalam kegiatan rutin mahasiswa seperti KKN saat ini, bisa mendapakan pedoman kerja,” katanya.
Ia mengatakan setiap kampung saat ini mendapat dana yang cukup besar seperti dana ADD, kurang lebih RP84 miliar di bagi enam persen dan mendapatkan jatah 500 juta  yang sesuai dengan potensi kampung yang ada. “Tidak saja meningkatkan SDM para warga di kampung, juga besar harapan para peserta KKN bisa membawa kampung terkait lebih baik dari hari ini ke depanya,” harap Makmur.
Sementara itu, Kepala BPM-PK Berau Drs HM Dakri menambahkan, para peserta KKN dititipkan ke-11 Kecamatan terdiri dari 63 Kampung. Untuk Peserta KKN Unmul ditempatkan di lima Kecamatan seperti Kecamatan Tabalar, Pulau Derawan, Gunung Tabur, Sambaliung dan Teluk Bayur. Sementara itu untuk Stiper Tanjung Redeb sendiri hanya di Kecamatan Talisayan dan STIT Muhamadiyah di lima Kecamatan yaitu Kecamatan Segah, Biatan, Talisayan, Batu Putih dan Biduk-Biduk. “Kita berharap para peserta KKN saat ini benar-benar melaksanakan kegiatanya di kampung. Karena ini sifatnya kegiatan praktek nyata, bisa dilakukan dan hasilnya sesuai yang diharapkan. Karena kampung-kampung, tentunya mendapatkan mahasiswa KKN seperti saat ini merasa bangga sekali. Itu semua dikarenakan, tidak saja bisa membantu aparatur kampung juga bisa membawa anak-anak remaja dikampung berfikir lebih positif lagi akan dunia pendidikan,” pungkasnya. (ind)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger