Breaking News
Home >> Headline >> Buwas Kukuhkan Duta Anti-Narkoba Kaltim
Budi Waseso
Budi Waseso

Buwas Kukuhkan Duta Anti-Narkoba Kaltim

Ketua DPRD Kaltim Terima BNN Award

SAMARINDA – Kepala Badan Narkotika Nasional Budi Waseso mengukuhkan puluhan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pimpinan organisasi kemasyarakatan, LSM, pemuda, dan pelajar sebagai Duta Anti-Narkoba di Kaltim.
Pengukuhan duta anti-narkoba dilaksanakan pada acara BNN Award di Plenary Hall Samarinda, Kamis (24/11) dihadiri Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan Kapolda Irjen Pol Safaruddin serta sejumlah bupati dan wali kota.
Pada kegiatan itu, hadir pula sejumlah duta anti-narkoba yang lebih dulu ditunjuk BNN, antara lain artis Marshanda, pelawak Kabul “Tessy” Basuki dan Putri Indonesia Kezia Roslin Cikita Warouw.
Lebih kurang 1.500 undangan yang memenuhi ruang acara di Plenary Hall Samarinda juga mengucapkan ikrar tolak dan stop narkoba.
“Dengan dikukuhkannya para duta anti-narkoba ini, diharapkan peringkat Provinsi Kaltim dalam peredaran narkoba bisa semakin turun, bahkan bisa `zero` seperti yang disampaikan gubernur,” kata Budi Waseso.
Dalam sambutan sebelumnya, Gubernur Awang Faroek Ishak mengatakan provinsi yang dipimpinnya saat ini menempati peringkat ketiga dalam peredaran narkoba, setelah DKI Jakarta dan Riau. “Saya dan seluruh elemen masyarakat di Kaltim sudah berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba melalui berbagai upaya yang terus dilakukan, serta berharap nantinya Kaltim bisa zero narkoba,” ujarnya.
Lebih lanjut, Budi Waseso mengungkapkan Indonesia merupakan salah satu pasar perdagangan narkoba terbesar di kawasan Asia dan hampir sebagian besar jenis narkoba dari luar negeri, kecuali ganja, telah masuk ke Indonesia.
“Selama hampir setahun ini, BNN telah membongkar dan menyita berbagai jenis narkoba yang masuk dari luar negeri, terutama Tiongkok, seperti sabu-sabu dan pil ekstasi. Kalau sabu-sabu jumlahnya bukan kilo lagi, tapi sudah ton,” katanya.
Dia menambahkan seluruh barang bukti narkoba sitaan BNN itu rencananya dimusnahkan pada pekan pertama Desember 2016. “Rencananya Bapak Presiden Jokowi hadir langsung memimpin pemusnahan barang bukti narkoba itu,” tambah mantan Kabareskrim Polri itu.
Di hadapan undangan yang sebagian besar pelajar dan generasi muda, Budi Waseso kembali mengingatkan agar menjauhi dan jangan pernah coba-coba menggunakan narkoba, karena dampaknya sangat berbahaya. “Saat ini ada lebih dari lima juta orang menjadi pengguna narkoba dan setiap hari ada sekitar 40-50 orang yang meninggal karena narkoba. Itu baru yang dilaporkan, karena masih banyak juga yang tidak terdata di BNN,” tegasnya.

H SYAHRUN DAPAT BNN AWARD

Ketua DPRD Kaltim, HM Syahrun HS mendapat penghargaan BNN Award pada Pelantikan Duta Anti-Narkoba di Kaltim di Gedung Plenary, Convention Hall Samarinda, kemarin. Pin penghargaan diterima Syahrun sebagai salah satu figur yang berperan aktif dalam memberantas peredaran narkoba di Kaltim.
Selain Syahrun, Gubernur Kaltim Awang Faroek, bupati dan wali kota seKaltim serta para tokoh agama, pimpinan ormas dan kepemudaan juga menerima pin penghargaan BNN Award diserahkan langsung Kepala BNN Komjen Budi Waseso.
Budi Waseso menjelaskan, pemberian BNN Award yang digelar bersamaan Pelantikan Duta Anti-Narkoba di Kaltim sekaligus menjadi upaya pemerintah dalam mengurangi jumlah pengguna narkoba diperkirakan mencapai hingga 5 juta orang di Indonesia.
Sementara itu, Haji Alung, sapaan akrab Ketua DPRD Kaltim mengingatkan Duta Anti Narkoba di Kaltim yang telah dilantik agar menjalankan tugas dengan baik. “Sehingga, generasi muda Kaltim khususnya, dapat terhindar dari bahaya narkoba,” ujarnya.
Politisi Golkar Kaltim itu mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mengambil peran, dalam melakukan pencegahan peredaran narkoba di Kaltim. “Perang terhadap narkoba tugas kita bersama, yang peduli nasib bangsa kedepannya,” ujar Alung. (ant)