Breaking News
Home >> Samarinda >> Camat Diperintahkan Awasi Korban Banjir Bendali
Imbas dibukanya Bendali HM Ardans, membuat kemacetan parah di Jalan Ring Road III hingga Jalan Pangeran Suryanata. Kemacetan ini telah terjadi sejak Selasa (29/11) hingga Rabu (30/11) pagi.
Imbas dibukanya Bendali HM Ardans, membuat kemacetan parah di Jalan Ring Road III hingga Jalan Pangeran Suryanata. Kemacetan ini telah terjadi sejak Selasa (29/11) hingga Rabu (30/11) pagi.

Camat Diperintahkan Awasi Korban Banjir Bendali

Pemkot Samarinda sebut Operasi Bendungan HM Ardans di Pemprov Kaltim

SAMARINDA – Sehari setelah hujan lebat mengguyur Samarinda, Jl Pangeran Suryanata kebanjiran. Tiba-tiba air merendam kawasan pemukiman. Jalan Pangeran Suryanata pun terdampak. Akibatnya, genangan air yang merendam salah satu jalan protokol di Samarinda itu macet total. Pengendara memilih untuk berhati-hati melintasi jalan ini.
Usut punya usut, ternyata penyebab banjir setelah pintu Bendungan pengendali (bendali) HM Ardans dibuka. Alasannya, debit air di bendali pada titik riskan. Maklum, hujan sehari sebelumnya menambah debit air yang luar biasa banyak. Pilihan membuka pintu bendali agar tak terjadi kerusakan yang lebih parah jika air meluap melebihi dinding bendalinya.
Kemacetan di JL P Suryanata terjadi sejak selama dua hari, Selasa (29/11) hingga Rabu (30/11). Genangan air yang terus mengalir dari bendali Jalan HM Ardans (Ring Road III) menciutkan nyali pengendara untuk melintas. Derasnya arus di jalan raya itu nyaris sama dengan arus sungai.
Kejadian ini dianggap Wakil Walikota Samarinda, Nusyirwan Ismail kejadian di luar perkiraannya. Sebelumnya, dia menilai bendali ini sudah terbukti efektif mengurangi banjir yang kerap merendam Jl. P Antasari. Faktanya, bendali tak cukup menampung debit air saat hujan lebat melanda Kota Tepian. Daya tampungnya ternyata tidak cukup dan menginisasi pintu bendali terpaksa dibuka.
Setelah Nusyirwan Ismail, Walikota Syaharie Jaang turun untuk memantau langsung kejadian ini. Dia mengaku pihaknya belum bisa memberikan bantuan apapun kepada warga yang terkena imbasnya.
“Saya sudah memantau langsung, dan Camat serta Lurah terus saya minta untuk memberikan laporan terakhirnya seperti apa. Namun kami belum bisa memberikan bantuan apa-apa,” ujar Jaang.
Secara teknis, pengoperasian bendali HM Ardans ternyata bukan di bawah kendali Pemkot Samarinda. Seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Samarinda, Hero Mardanus. Menurut Hero bendali HM Ardans merupakan proyek Pemprov Kaltim. Hero pun mengaku sama sekali tak memahami secara teknis, termasuk daya tampung air oleh bendali HM Ardans.
“Kami tidak mengetahui pasti daya tampungnya itu seperti apa karena itu pengerjaan dari Pemprov Kaltim, yang jelas kami hanya berkoordinasi saja dengan Dinas PU (Pekerjaan Umum) Kaltim, bagaimana penanggulangannya,” tutur Hero.
Hero pun menuturkan saat ini sudah ada perbaikan yang dilakukan Dinas PU Kaltim.
“Setelah kami berkoordinasi, mereka (Dinas PU) menyebutkan sudah melakukan perbaikan. Kalau kami memang tidak bisa berbuat apa-apa,” pungkasnya.
Saat kejadian, Selasa sore banjir merendam pemukiman warga di 4 RT Kelurahan Air Putih. Karena semakin mengkhawatirkan, akhirnya warga turut diungsikan. Berdasarkan data di lapangan sedikitnya ada 500 warga dievakuasi. (ms315)