Breaking News
Home >> Gaya hidup >> Cari Pasangan Tak Harus Perfect
ILUSTRASI pasangan kekasih (FOTO: ISTIMEWA/HUFFINGTON POST)
ILUSTRASI pasangan kekasih (FOTO: ISTIMEWA/HUFFINGTON POST)

Cari Pasangan Tak Harus Perfect

Psikolog Klasifikasikan Ragam Fase Mengenal Lawan Jenis

JAKARTA – Banyak orang menginginkan pasangan hidup yang sempurna dilihat dari wajah, materi, dan sebagainya. Padahal, semua itu tidak menjanjikan kebahagiaan hubungan seumur hidup.
Menurut psikolog Roslina Verauli, seseorang membutuhkan waktu seumur hidup untuk mengenal pasangan. Karena itu, sosok yang sempurna tidak seharusnya menjadi target hidup setiap orang.
“Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengenal pasangan? Jawabannya: seumur hidup! Itu sebab, dalam memilih pasangan kita tak mencari sosok “sempurna” seperti dalam fantasi ideal… Juga tak sekedar berbasis cinta semata,” tulis Verauli melalui Instagram miliknya, @verauli.id.
Ia pun menjelaskan alasan di balik pernyataan tersebut. Menurutnya, cinta bisa berubah tergantung pada fase yang mereka lewati. Karena cinta tidak hanya berada dalam satu fase saja, melainkan beberapa fase. Fase pertama adalah fase “fall in love”, di mana pasangan kekasih berada dalam periode cinta yang menggebu-gebu.
“Kelak cinta akan melewati periode “fall out of love”. Ada konflik2 yang butuh diselesaikan. Saat perasaan cinta mendadak netral. Bahkan berubah benci. Seolah cinta tak lagi di tempatnya. Hanya mereka yang dapat bekerja sama & bersedia untuk saling sesuai mampu bertahan,” lanjut Verauli.
Setelah berhasil melewati fase yang sulit ini, pasangan kekasih akan kembali kepada masa-masa jatuh cinta kembali. Saat-saat inilah yang akan menentukan cinta seseorang benar-benar sejati atau tidak. “Bahkan melewati periode negatif dari cinta hingga kembali pada fase “fall back in love”.
Fase-fase cinta ini akan kembali berulang terus & terus. Ketika cinta dapat terus mampu bertahan, itulah cinta sejati. True love. Cinta yang diusahakan.. Catatan untuk sahabatku semua, pilih pasangan yang kompatibel & dapat diajak bekerja sama,” tutup Verauli. (okz)