Breaking News
Home >> Berau - Kubar >> Controlled Landfill Solusi Masalah Sampah Berau

Controlled Landfill Solusi Masalah Sampah Berau

TANJUNG REDEB – Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Berau masih akan menggunakan tempat pembuangan akhir (TPA) di Jalan Raja Alam sebagai satu-satunya lokasi. Rencananya, TPA akan dipindah, tapi sampai sekarang masih terus dilakukan studi diatas lahan baru yang akan dijadikan TPA pengganti untuk Kabupaten Berau.
Kepala DKP Berau, Ismail mengatakan memanfaatkan TPA yang saat ini sudah berada dalam wilayah perkotaan memang sudah tak laik. Namun demikian dirinya tak punya pilihan lain untuk membuang sampah setiap harinya.
Diakuinya, TPA yang saat ini ada berada di lokai terbuka. Tumpukan sampah kerap mengganggu karena menimbulkan aroma tak sedap. Tapi, Ismail menawarkan metode Controled Landfill untuk meng-hindari munculnya bau tak sedap. “Kalau untuk sementara controled landfill bisa menjadi solusi. Tapi kan kita memikirkan jangka ke depan-nya,” kata Ismail, Kamis (5/10).
Controlled Landfill dianggap bisa mengurangi bau tak sedap dari sampah yang menumpuk. Dengan metode ini, setiap lima hari atau sepekan, akan dilakukan pemadatan sampah dengan alat berat. Setelah itu dibagian atas dilapisi tanah untuk meredam bau sekaligus menghilangkan gas metan.
Dia mengungkapkan pemda berencana memindahkan TPA karena beberapa landasan. TPA yang ada saat ini, lokasinya sudah dekat dengan pemukiman. Dalam aturan antara TPA dengan pemukiman warga berjarak 1 kilometer sementara TPA yang ada saat ini sudah dekat sekali dengan pemukiman warga.
Saat ini TPA seluas 13 hektare di Jalan Raja Alam kondisinya sudah sangat penuh, bahkan tak mampu lagi menampung. Volume sampah di perkotaan saja mencapai 1 ton per hari. Dengan lokasi yang baru Ismail berharap masalah sampah di perkotaan bisa tertangani.
Soal pemanfaatan lahan eks TPA, lebih lanjut, Ismail menyatakan lahan yang ada saat ini bisa dimanfaatkan Pemkab Berau untuk hal lain. “Saya rasa lahan ini bisa dimanfaatkan membangun perumahan atau rumah sakit yang bisa bermanfaat bagi kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (mh216)