Breaking News
Home >> Hukum & Kriminal >> Curi Uang di Jok Motor, Dua CS RSUD PPU Ditangkap Polisi

Curi Uang di Jok Motor, Dua CS RSUD PPU Ditangkap Polisi

PENAJAM – Dua petugas cleaning service atau petugas kebersihan di RSUD Penajam Paser Utara (PPU), ditangkap jajaran Polres PPU karena melakukan aksi pencurian uang tunai Rp3 juta milik Maulana (25) yang disimpan di bawah jok sepeda motor.
Keduanya adalah Ta (27) warga jalan Panglima Betta, Kelurahan Penajam dan Ms (22) warga jalan Gusung Kelurahan Nenang yang diringkus pada Minggu (27/11).
Kapolres PPU AKBP Teddy Ristiawan melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Fajar, mengatakan aksi pencurian itu dilakukan secara berencana di halaman parkir RSUD PPU.
Mereka ditangkap bermula dari kecurigaan korban terhadap keduanya yang kerap meminjam motor miliknya. Kecurigaan itu semakin kuat setelah korban menemukan kunci motor milik pelaku di dalam tasnya yang diduga ditukar pelaku. “Kemudian korban melapor kepada kami, maka kedua tersangka kita amankan dan dilakukan pemeriksaan,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka mengaku melakukan aksi pencurian tersebut. Uang hasil curian digunakan membeli narkoba jenis sabu-sabu untuk digunakan sendiri serta sebagian lagi dipakai membayar utang kedua tersangka. “Dari hasil tes urine kedua tersangka positif menggunakan narkoba, sehingga keduanya tidak bisa mengelak kalau mereka adalah pelakunya dan uangnya untuk membeli narkoba serta membayar utang masing-masing,” tukasnya.
Adapun modus pencurian kedua tersangka ini adalah dengan cara mencongkel jok motor milik korban yang terparkir di halaman parkir RSUD PPU. Ketika itu Ms bertindak sebagai eksekutor pengambil uang, sedangkan Ta bertugas sebagai pengamat situasi, hingga aksi kedua tersangka berjalan mulus dengan menggondol uang curian sebesar Rp3 juta
Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu dompet warna hitam milik korban, satu dompet milik tersangka, sisa uang hasil curian sebesar Rp574 ribu dan satu buah kunci motor milik tersangka yang tertinggal di dalam tas milik korban Maulana. Kedua tersangka bakal dikenai Pasal 363 KUHP diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.
Ia mengimbau kepada masyarakat PPU agar dalam menyimpan barang berharga untuk lebih berhati – hati, karena kejahatan muncul karena adanya kesempatan dan kapan serta dimanapun bisa saja terjadi. “Kami imbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan untuk masyarakat yang ingin coba-coba melakukan tindak pidana serupa, harap dipikir dua kali, karena ada risiko hukum yang bakal dikenakan bagi pelaku kejahatan,”tegasnya.(nav)