Breaking News
Home >> Balikpapan >> Darwis M Noor Diabadikan jadi Nama GKB

Darwis M Noor Diabadikan jadi Nama GKB

BALIKPAPAN-Gedung Kesenian Balikpapan (GKB) yang telah lama beroperasi sejak 2014, hingga kini belum memiliki nama. Namun, pada kunjungan pengurus Dewan Kesenian Balikpapan (DKB) ke DPRD kota Balikpapan, penamaan Gedung Kesenian Balikpapan, mulai dibahas.
Ketua DPRD Abdulloh menyetujui nama almarhum Ketua DKB Darwis M Noor diabadikan menjadi nama Gedung Kesenian Balikpapan. Usulan ini lanjut Abdulloh datang dari internal pengurus DKB sebagai bentuk penghormatan dan apreasiasi pada seni dan budaya.
Disebutkan Abdulloh, setelah meninggalnya Ketua DKB Darwis M Noor, roda organisasi DKB Balikpapan dinakhodai sementara wakil Ketua Bidang Organisasi H Irwan Faisal yang kini anggota DPRD Kaltim. “Mengingat Musda masih lama 2019,” ujarnya.
“Mereka tadi menyampaikan beberapa termasuk pembuatan nama gedung kesenian. Mereka menyampaikan agar diberikan nama kepada almarhum sebagai kenang-kenangan,” sambungnya.
Abdulloh berpendapat pemberian nama gedung atau jalan tidak harus menunggu yang bersangkutan meninggal atau menunggu selama lima tahun setelah meninggal. “Masih hidup saja bisa kok. Kayak Pak Imdaad untuk stadion tapi orangnya tidak mau,” ujarnya.
Terhadap usulan pengurus DKB itu, Abdulloh menyatakan persetujuan nama itu karena almarhum selain dikenal sebagai tokoh seni budaya juga gigih perjuangkan berdirinya gedung kesenian itu. “Apa artinya sih sebuah nama kan cuma nama saja. Itu memang mereka (DKB) yang mengusulkan,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, DKB juga memaparkan program 2017 diantaranya garapan kampung seni di GKB yang melibatkan 13 provinsi. “Kapan itu, mereka yang tahu,”tukasnya.
Terpisah, Humas DKB Teguh Soewito membenarkan usulan itu datang dari pengurus DKB. “Ya itu baru pengusulan saja dari pengurus DKB agar nama gedung kesenian diberi nama almarhum Darwis M Noor. Ketua DPRD dan Wakil Walikota mendukung usulan tersebut,” ujarnya.
“Untuk finalnya, seluruhnya diserahkan kepada pemerintah kota,” tukasnya. (din)