Home >> Balikpapan >> Data Berbeda, Dinas PU Diminta Jelaskan Jumlah Personel
SIDAK: Komisi III DPRD saat melakukan sidak ke kantor UPT PU jalan Ruhui Rahayu, Balikpapan Selatan.
SIDAK: Komisi III DPRD saat melakukan sidak ke kantor UPT PU jalan Ruhui Rahayu, Balikpapan Selatan.

Data Berbeda, Dinas PU Diminta Jelaskan Jumlah Personel

Sidak Komisi III ke UPT Dinas PU

BALIKPAPAN – Komisi III DPRD kota Balikpapan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) jalan Ruhui Rahayu, Melawai Dua, Balikpapan Selatan, Selasa (29/11).
Sidak yang dipimpin Wakil ketua Komisi III Maulidin ini, menemukan adanya perbedaan data antara personil UPT yang diserahkan ke Komisi III dengan fakta di lapangan. Akibat perbedaan ini, sejumlah anggota dewan mempertanyakan karena berkaitan dengan alokasi anggaran di UPT PU.
Diketahui anggaran UPT PU pada 2016 lalu berjumlah Rp8 miliar dan tahun 2017 diusulkan Rp5 miliar. “Kita kemari mau data riil di lapangan. Kita tidak persoalkan jumlah. Tapi kalau jumlahnya saja tidak sama dengan disampaikan ke kami tentu ini berpengaruh pada anggaran,” tandas anggota komisi III, Taqwa.
Menurutnya keberadaan dan peruntukan personel sepenuhnya kewenangan PU namun data harus sinkron sehingga tidak ada persepsi berbeda terutama di kalangan DPRD.
Dari data yang diperoleh Komisi III diketahui personel di UPT PU berjumlah 120 orang, namun data yang diberikan saat sidak di UPT berjumlah 154 orang dengan rincian 109 honorer di bagian drainase, 26 honorer di bidang perbaikan jalan dan 19 orang PNS. “Ada perbedaan data yang kami temukan yakni terkait jumlah ekskavator dan jumlah tenaga kerja bantuan di UPT DPU Balikpapan,” kata Maulidin.
“Saat rapat nanti kami minta ke UPT PU untuk memberikan data yang valid, jangan sampai ada perbedaan lagi. Kami juga meminta agar hal tesebut dapat menjadi bahan evaluasi ,”sambungnya.
Ia mengaku belum mengetahui letak miskomunikasi yang terjadi, perbedaan data tersebut berpotensi merugikan APBD. Pada sidak kemarin, Kepala UPT PU Misransyah ikut mendampingi namun kondisinya kurang fit, sehingga penjelasan disampaikan staf PU Bagian Adminstrasi. “Loh kenapa pegawai honor yang menjelaskan kenapa tidak yang lain,” tanya Baharuddin Daeng lala.
Kepala PU Tara Alorante yang terlambat ikut mendampingi sidak ini, awalnya hanya mendengarkan perbincangan di dalam ruangan UPT PU. Namun akhirnya Tara ikut membantu merinci personel termasuk kelengkapan peralatan yang dimiliki UPT PU.
Tara mengusulkan kepada Komisi III agar digelar ekspos UPT PU pada Senin (5/12). Usulan ini diterima. “Senin depan UPT kami minta ekspos di DPRD termasuk peralatan dan apa yang disudah dilakukan selama 2016 ini. Harus data final tentu yang akan disampaikan ke DPRD,” ujar Tara.
Terkait jumlah pekerja di UPT PU yang berbeda, menurut dia, terjadi karena perhitungan jumlah pegawai dilakukan secara global. Jumlah PNS dan non PNS belum dirincikan berdasarkan bidang pekerjaan seperti drainase, pemeliharaan jalan, khusus driver dan pemeliharan peralatan.(din)