Breaking News
Home >> Bontang - Kutim >> Defisit Anggaran, Satpol PP Jarang Patroli

Defisit Anggaran, Satpol PP Jarang Patroli

BONTANG – Krisis anggaran yang melanda Bontang berdampak signifikan terhadap kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bontang. Berkurangnya anggaran aparat penegak Perda itu membuat beberapa kegiatan tak bisa berjalan. Akibatnya, intensitas patrol menurun.
Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Bontang Basri menuturkan, dalam kondisi normal yang terjadi di tahun sebelumnya, kegiatan patroli rutin bisa dilakukan sebanyak 3 kali dalam sehari. Namun saat ini, aktivitas patroli hanya bisa dilakukan dalam kisaran 2 hingga 3 kali dalam sepekan.
“Karena defisit anggaran ini, otomatis berpengaruh kinerja kami. Karena, setiap kegiatan patroli yang kami lakukan, selalu menggunakan biaya dan itu telah dikurangi,” jelas Basri.
Aktivitas patroli tersebut diakui sangat penting untuk dilakukan. Sebab, erat kaitannya dengan penegakan Perda yang menjadi tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) institusi pimpinan Ibnu Gunawan itu.
Aktivitas patroli pun dianggap efektif dalam menyokong terwujudnya Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) di kota gas dan kondensat ini.
Sebab, dengan aktivitas patroli tersebut, para pelanggar dan calon pelanggar Perda pun merasa takut atau segan untuk beraksi. “Karena kalau tertangkap, akan kami proses sesuai SOP (Standard Operating Procedure) yang kami punya,” tuturnya.
Tetapi, kata dia, sekarang kondisinya berbeda. Karena anggota yang turun itu akan butuh yang namanya BBM (bahan bakar minyak) atau uang minyak. Terutama anggota non-PNS. Itu yang menjadi kendala. Karena tidak ada lagi operasional untuk kegiatan patroli.
“Tapi prinsipnya kami tetap bekerja sesuai dengan kemampuan kami,” ungkapnya. (ram914)