Breaking News
Home >> Hukum & Kriminal >> Delapan Kapal Asal Kalsel Diamankan

Delapan Kapal Asal Kalsel Diamankan

Gunakan Alat Tangkap Terlarang Melaut di Perairan Paser

TANA PASER – Kepolisian Resort (Polres) Paser mengamankan delapan kapal nelayan asal Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) di perairan Teluk Apar, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser, Kamis pekan lalu. Para nelayan diamankan karena menggunakan alat tangkap yang telah dilarang penggunaannya, trawl.
“Mereka menangkap ikan pakai pukat hela (trawl) dan pukat tarik (seinen nets), yang bisa merusak ekosistem dan habitat ikan,” ungkap Kapolres didampingi Kasat Polair Polres Paser Iptu Heru, Minggu (9/10).
Ditambahkan Iptu Heru penang-kapan itu merupakan hasil operasi yang dilakukan Sat Polair Polres Paser bersama anggota Dirpolair Polda Kaltim dengan menggunakan Kapal Polisi Pesut XII-1001 dititik koordinat 116 35’ 00” BT dan 02 10’ 00” LS.
Saat patroli polisi mendapati delapan kapal yang belakangan dektahui asal Kalsel menggunakan jaring yang dilarang itu. Polisi segera menghentikan dan memeriksa dokumen kapal.
“Saat kami periksa ternyata kapal nelayan tidak dilengkapi SIPI (Surat Ijin Penangkapan Ikan),” ucapnya.
Polres Paser saat ini mengamankan tiga unit kapal nelayan. Sedangkan sisanya, sebanyak lima unit kapal nelayan dibawa ke Polair Polda Kaltim.
“Selain tiga kapal nelayan yang diamankan Polres Paser, kami juga menahan tiga nelayan berinisial HS (31), DJ (44) dan AJ (34). Serta tiga unit pemberat, tiga unit jaring sepanjang 15 meter, dan dokumen masing-masing kapal,” kata dia.
Polisi menjerat para nelayan UU Nomor 45/2009 tentang Perikanan dan Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 2/2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Tangkap Pukat Hela dan Pukat Tarik.
“Kini, kami tengah melakukan penyidikan terhadap para pelaku. Guna pengembangan lebih lanjut,” sebutnya.
Guna menindaklanjuti penangkapan ini Polsek Long Kali menggelar sosialisasi bahaya penggunaan alat tangkap pukat hela dan pukat tarik bagi ekosistem laut kepada nelayan di Desa Muara Telake.
“Mereka berjanji, akan menaati sesuai aturan. Meskipun, sebagian mereka ada yang mengakui masih menggunakan alat tangkap ikan yang dilarang,” kata Kapolsek Long Kali AKP Danang Aries Susanto. (sur)