Home >> Headline >> Delapan Penumpang Pesawat Ditahan Polisi
EMPAT calon penumpang di Bandar Udara SAMS Sepinggan, Balikpapan ditahan aparat kepolisian karena diduga hendak berangkat ke Jakarta dalam rangka aksi bela Islam jilid III di Monas, Jakarta, Jumat (2/12) hari ini. Nampak calon penumpang digiring petugas untuk jalani pemeriksaan di Mapolda Kaltim, kemarin.
EMPAT calon penumpang di Bandar Udara SAMS Sepinggan, Balikpapan ditahan aparat kepolisian karena diduga hendak berangkat ke Jakarta dalam rangka aksi bela Islam jilid III di Monas, Jakarta, Jumat (2/12) hari ini. Nampak calon penumpang digiring petugas untuk jalani pemeriksaan di Mapolda Kaltim, kemarin.

Delapan Penumpang Pesawat Ditahan Polisi

Diduga Ikut Aksi 212 di Jakarta

TANJUNG REDEB – Lanjutan aksi bela Islam jilid III, Jumat (2/12) hari ini diprediksi bakal diikuti jutaan umat Muslim dari berbagai daerah di Indonesia. Khusus di Berau, beberapa kelompok direncanakan bakal ikut aksi damai berjuluk 212, namun sebelum ikut aksi, beberapa orang terpaksa ditahan pihak berwajib.
Informasi penahanan menyebar cepat, namun jumlahnya masih simpang siur. Dari berbagai sumber yang dihimpun, penahanan di Polres Berau untuk meredam masa yang ikut aksi 212 terhadap 80 orang. Saat masuk ke Bandara Kalimarau, Berau tujuan Jakarta, kelompok dari berbagai ormas tersebut langsung ditahan dan tak diizinkan terbang. Belum tahu apa alasan mendasari penahanan tersebut.
Saat dikonfirmasi, Kepala Bandara Kalimarau, Bambang membenarkan penahanan dilakukan pihak kepolisian terhadap penumpang yang ingin berangkat tersebut. Namun, dia tak menyebut alasan penahanan tersebut.
“Informasi yang saya dengar (soal aksi 212 di Jakarta) seperti itu, kita tidak tahu kenapa ditahan,” jelasnya.
Disinggung soal pengembalian tiket penumpang yang batal berangkat itu, Bambang mengatakan, belum bisa memberikan konfirmasi terkait hal tersebut, dia mengarahkan media menghubungi pihak kepolisian. “Kita hanya mendengar informasi saja, karena kita hanya fasilitasi penumpang, tidak ada kaitannya dengan aksi 212. Lebih jelasnya langsung ke Polres Berau saja,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Berau AKBP Handoko mengakui adanya penahanan tersebut terhadap kelompok yang akan ikut aksi 212 di Jakarta. Namun, dia membantah menahan 80 orang, pihaknya hanya periksa 4 orang saja. “Info dari mana 80 orang? Hanya 4 orang saja. Ssaat ini sedang diperiksa,” katanya dihubungi melalui telepon selular, kemarin.
Terkait dasar Polres Berau periksa 4 orang dimaksud, Handoko belum bisa memberi komentar lebih jauh. Sepenuhnya diserahkan ke penyidik. “Kita tunggu saja hasilnya,” singkatnya.
Sementara itu, 4 calon penumpang pesawat di Bandar Udara Sultan Adji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan juga diamankan tim gabungan dari Satreskrim Polres Balikpapan dan Direktorat Reskrimsus Polda Kaltim, Kamis (1/12) pagi. Diduga, penumpang tersebut akan ikut aksi bela Islam jilid III di Jakarta digelar Jumat (2/12) hari ini. Diketahui, keempat calon penumpang pesawat asal Balikpapan bernama Irwan (37) warga Jalan Komplek Sepinggan Pratama Blok J Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan, M Yusuf Indra (33) warga Taman Sari Bukit Mutiara RT 10, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Balikpapan Utara. Keduanya gunakan maskapai Citilink. Sedangkan Rahmat (27) dan Afit Fajar (24) juga warga Balikpapan Tengah gunakan penerbangan maskapai Sriwijaya Air.
Keempat calon penumpang pesawat tersebut langsung dibawa ke Mako Polda Kaltim untuk dimintai keterangan. Kapolres Balikpapan, AKBP Jeffri Dian Juniarta mengatakan, pihaknya gelar patroli di kawasan bandara untuk mencegah dan antisipasi warga akan berangkat ke Jakarta, dalam rangka ikut aksi damai berjuluk 212 di Monas Jakarta.
“Ini patroli rutin kita lakukan untuk menjaga keamanan bandara sebagai objek vital,” katanya, kemarin.
Pihaknya menegaskan, warga Balikpapan diperbolehkan gelar aksi unjuk rasa, tapi cukup di Balikpapan. “Terkait aksi 212, kita imbau warga tidak berangkat ke Jakarta, kalau mau aksi, cukup di Balikpapan saja. Polres siap mengawal dan mengamankan,” tandasnya.

Samarinda Tak Ada Aksi Bela Islam

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol M Setyobudi Dwiputro bahwa, hingga Kamis (1/12) tak ada permintaan izin diterima Mapolresta Samarinda.
“Untuk sementara, belum ada informasi aksi 212 dari intelijen. Belum ada laporan yang masuk,” kata Setyobudi, kemarin. Jika ada kelompok yang gelar aksi unjuk rasa bela Islam di Samarinda, Kapolres menyebut aksi tersebut ilegal. Karena tak ada permohonan izin sebelumnya. “Ilegal, kan 3 hari sebelum aksi harus ajukan izin. Kalau besok aksi, baru ajukan izin, tidak boleh,” papar Setyobudi.
Kapolres berharap yang gelar aksi bersikap dewasa dan mengerti aturan. “Tiga hari sebelum aksi, silakan izin ke kepolisian,” imbuh Setyobudi. Kendati tak ada yang mengajukan izin demo, Kapolres tetap instruksikan jajarannya menyusun rencana pengamanan, sebagai langkah antisipasi. (sam/yud/dor)