Breaking News
Home >> Olahraga Daerah >> Desember, Squash Kaltim Gelar Kejurda Junior
AGENDA : Dalam ajang kejurda pada Desember mendatang, Pengprov PSI Kaltim merangkaikan dengan beberapa agenda dari pengprov yaitu penataran pelatih sekaligus rapat kerja daerah (rakerda) terkait dengan program cabang olahraga squash kedepannya.
AGENDA : Dalam ajang kejurda pada Desember mendatang, Pengprov PSI Kaltim merangkaikan dengan beberapa agenda dari pengprov yaitu penataran pelatih sekaligus rapat kerja daerah (rakerda) terkait dengan program cabang olahraga squash kedepannya.

Desember, Squash Kaltim Gelar Kejurda Junior

SAMARINDA – Pengprov Persatuan Squash Indonesia (PSI) Kaltim mulai menjalankan program regenarasi dengan menggelar kejuaraan daerah (Kejurda) junior yang diagendakan pada 17-22 Desember. Sesuai rencana Kebupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan bertindak sebagai tuan rumah.
Peserta yang sudah mengkonfirmasi ada 7 kabupaten/kota yakni Samarinda, Balikpapan, Kukar, Kutim, Bontang, PPU, Berau termasuk klub beruang madu.
Ketua Binpres PSI Kaltim, Juni Vasius Lengkong mengatakan Kejurda sekaligus digelar dengan rangkaian penataran wasit serta rapat kerja daerah (rakerda). Dengan demikian kejurda tidak digelar secara tunggal melainkan ada sejumlah kegiatan yang sekaligus digelar bersamaan.
“Ajang kejurda ini juga kami rangkaikan dengan kegiatan penataran pelatih sekaligus rakerda, jadi nanti itu penataran pelatih dulu baru, lanjut rakerda setelah itu kejurda,” kata Juni Vasius Lengkong, Rabu (30/11) kemarin di KONI Kaltim, Jl Kesuma Bangsa.
Juni menambahkan gelaran kejurda junior tersebut diharapkan muncul atlet muda potensial squash. Dengan demikian atlet Kaltim memiliki regenerasi yang bisa menggantikan para senior mereka yang umurnya sudah tidak muda lagi.
“Mudahan muncul atlet-atlet potensial dari daerah maupun klub-klub, ke depannya atlet muda yang memiliki potensi bagus, terus diberikan pembinaan, sehingga atlet semakin matang dan pada PON 2020 mendatang Kaltim bisa berbuat banyak,” ungkapnya.
Menurut dia selama ini memang cabang olahraga squash masih belum bisa bersaing dan ketinggalan jauh jika dibanding dengan atlet yang ada di Pulau Jawa. sehingga untuk mempersiapkan atlet harus dilakukan mulai dari sekarang, supaya nantinya mereka mampu untuk bersaing dengan daerah lain.
“Selain itu, mereka ini perlu perbanyak jam terbang, sehingga kemampuan mereka itu semakin hari semakin meningkat, jangan sampai justru malah menurun, makanya diharapkan masing-masing daerah maupun klub terus melakukan pembinaan kepada atletnya,”pungkasnya. (rgn)