Breaking News
Home >> Berau - Kubar >> Dicari, Pemalsu KTP Berau
ILUSTRASI seorang PNS menunjukkan KTP elektronik. Di Berau, tengah beredar KTP palsu. Disdukcapil tengah menelusurinya. Disayangkan, pemilik sekaligus korban KTP palsu, enggan mengungkap siapa saja yang terlibat menerbitkan KTP palsu itu.
ILUSTRASI seorang PNS menunjukkan KTP elektronik. Di Berau, tengah beredar KTP palsu. Disdukcapil tengah menelusurinya. Disayangkan, pemilik sekaligus korban KTP palsu, enggan mengungkap siapa saja yang terlibat menerbitkan KTP palsu itu.

Dicari, Pemalsu KTP Berau

Disdukcapil Penasaran dengan Beredarnya KTP Palsu Milik Warga

TANJUNG REDEB – Beredar kabar belum lama ini, petugas Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Disdukcapil), menemukan adanya Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu yang beredar di salah satu kecamatan di Berau. Kepala Kadisdukcapil Berau Freedy Suryadie ketika dikonfirmasi Rabu (19/10), membenarkan kabar itu.
Dia menerangkan, menindaklanjuti temuan itu, Disdukcapil sudah menemui pemilik sekaligus korban KTP palsu itu. Dalam sesi tanya jawab, meski menjelaskan proses dia mendapatkan KTP palsu itu, namun yang bersangkutan masih menutup rapat siapa saja yang terlibat membantu dia, untuk mendapatkan KTP itu.
“Sudah kami interogasi terkait asal muasal dia dapat KTP itu. Tapi dia belum mau menyebutkan, siapa saja yang membantu dia mendapatkan KTP itu,” kata Freedy.
Dalam penelusuran Disdukcapil, ditemukan perbedaan data KTP dengan kartu keluarga, sehingga dipastikan KTP itu adalah KTP palsu. Sehingga, pada saat melakukan perekaman data KTP elektronik, data bersangkutan tidak bisa terbaca oleh server.
“Jadi, data di KTP lama, tidak terbaca di server kami,” tambahnya.
Terkait temuan itu, Freedy belum bisa memastikan berapa banyak KTP palsu yang beredar di tengah masyarakat. Masih terkait KTP palsu, saat ini masih dicari tahu siapa saja yang terlibat dan menjadi dalang beredarnya KTP palsu. “Untuk jumlah kami tidak tahu pasti ya. Tapi, siapapun dalangnya, tetap akan kami proses,” tegas Freedy.
Namun demikian, lanjut Freedy, Disdukcapil tengah mengupayakan agar korban KTP palsu ini mendapatkan surat domisili Berau, apabila memang benar ingin menjadi warga Berau.
“Bukan kami tidak mau bantu. Kami sendiri saja, tidak ada hak untuk menghapus data lama, darimana asal daerah korban ini. Kami usahakan buat surat domisili di Berau,” terangnya.
“Kalau kami melegalkan, tentu sama saja kami membantu praktik yang tidak benar. Makanya, korban ini tengah kami upayakan memberi informasi, dari siapa dia mendapatkan KTP itu,” demikian Freedy. (mh216)