Breaking News
Home >> Hukum & Kriminal >> Diduga Depresi, Pria 40 Tahun Gantung Diri
Depresi: Sejumlah polisi sedang melakukan olah TKP di lokasi Parlan alias Tatto mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Dugaan sementara, Tatto gantung diri karena depresi.
Depresi: Sejumlah polisi sedang melakukan olah TKP di lokasi Parlan alias Tatto mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Dugaan sementara, Tatto gantung diri karena depresi.

Diduga Depresi, Pria 40 Tahun Gantung Diri

Sempat Mengeluh Penyakit Kelamin Sebelum Mengakhiri Hidup

TARAKAN – Warga RT 31 Jalan Kesuma Bangsa (daerah Boom Panjang) Kelurahan Pamusian, Kota Tarakan heboh. Sesosok mayat tergantung ditemukan warga, Kamis (6/10) pagi di sebuah showroom mobil dan motor bekas CV Harapan Bumi Putra. Belakangan diketahui, pria yang nekad menghabisi hidupnya dengan gantung diri ini adalah Parlan alias Tatto, 40 tahun.
Parlan diketahui berasal dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Sehari-hari, dia lebih akrab disapa Tatto oleh rekan-rekan kerjanya.
Showroom tempat Tatto mengakhiri hidupnya merupakan milik sepupu-nya, Usman Rafiq. Kepada awak media, ia mengaku sangat mengenal Tatto. Menurut Usman, keinginan Tatto bunuh diri memang diketahuinya. Hanya saja, dia kerap melarangnya. Ia menduga sepupunya ini sedang mengalami depresi hingga menghabisi nyawanya sendiri.
“Memang sepupu saya kerja di penjualan kayu samping tempat jualan motor saya ini. Maksudnya biar bisa dipantau lah, soalnya PR ini sering berpikir pendek tipikalnya. Makanya, keluarga khawatir dan minta tidak terlalu jauh kerjanya,” kata Usman.
Tatto didapati warga gantung diri, Kamis (6/10) sekira pukul 09.00 Wita menggunakan kain sarung dan diikatkan dengan tali warna biru kemudian di lingkarkan di lehernya. “Saya juga tahu dari warga, ada yang menghubungi pagi itu,” tambah Usman.
Usman bercerita, beberapa kali korban sempat melontarkan keinginan-nya mengakhiri hidupnya. Tapi, keluarga termasuk dirinya bisa meng-gagalkan. Terakhir, sekira dua hari lalu, Tatto curhat soal penyakit kelaminnya. Karena tak kunjung sembuh, ia kembali mengucapkan akan bunuh diri.
“Memang dua malam lalu, seingat saya ada dia (PR) singgung soal penyakit kelamin. Kan sepupu saya ini ada sakit kelamin. Terus kata dia, bagaimana bunuh diri pakai racun,” beber Usman.
Usai menyinggung soal bunuh diri, Usman pun mengaku sempat menase-hati Tatto untuk mengurungkan niat-nya. Seperti biasa, Usman menasehati sekaligus memberi semangat agar tetap bisa beraktifitas normal.
“Saya langsung nasehati dan kasih semangat, supaya tetap sabar hadapi masalahnya. Cuma memang sepupu saya ini kalau pusing sedikit selalu me-ngeluh, seperti tidak mau hidup karena banyak masalah saja,” tandasnya.
Tak lama kejadian itu, polisi langsung tiba di lokasi dengan memasang garis polisi dan melakukan olah TKP. Usai diturunkan, Tatto sempat dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani visum. Setelah itu, Parlan alias Tatto diserahkan kepada keluarga dan langsung dikuburkan usai disemayamkan di kamar mayat RSUD Tarakan. (saf)