Kandungan Gizi Durian
Jumlah Per 100 g
Kalori (kcal) 147
Jumlah Lemak 5 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 2 mg
Kalium 436 mg
Jumlah Karbohidrat 27 g
Serat pangan 3,8 g
Protein 1,5 g
Vitamin A 44 IU Vitamin C 19,7 mg
Kalsium 6 mg Zat besi 0,4 mg
Vitamin B6 0,3 mg Vitamin B12 0 µg
Magnesium 30 mg
Dinsos Mengaku Baru Tahu

Dinsos Mengaku Baru Tahu


korankaltim
korankaltim
2016-10-05 05:05:22
Satu Keluarga Hidup di Gubuk Tak Layak Huni



TENGGARONG – Kepala Dinsos Kutai Kartanegara, Didi Ramyadi mengaku baru mengetahui ada warga Desa Hambau, Kecamatan Kembang Janggut yang hidup di sebuah gubuk tidak layak huni. Ia berdalih tidak pernah ada laporan dari pemerintah kecamatan setempat.

“Kami nggak tahu ada kondisi begini di kecamatan karena tidak ada laporan. Harusnya aparat setempat, desa dan kecamatan itu lapor,” katanya saat dikonfirmasi, kemarin.

Jumiati (38) bersama tujuh anaknya, Winarti (16), Oji (14), Yuli (10), Odi (5), Risqi (3), Riska (2), dan Doni (1) selama ini tinggal di sebuah gubuk milik kerabatnya di RT 16 Desa Hambau. Jumiati harus menjadi tulang punggung setelah sang suami, Yusuf (40) mendekam di balik jeruji besi.

Didi akan memerintahkan stafnya untuk meninjau gubuk Winarti untuk selanjutnya diberikan bantuan. Bantuan bisa disalurkan melalui Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan CSR perusahaan, bantuan pendidikan kepada anak-anaknya hingga Santunan Warga Tidak Mampu (SWTM).

“Jika tahu, kan bisa dimasukkan. Program PKH dan SWTM ini adalah program jangka panjang, jadi harus didata lebih dahulu. Mekanismenya kita datang langsung dan mendapat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan asal dia warga Kutai (Kukar, Red) itu bisa dibantu,” ucapnya.

Bantuan juga bisa datang dari Bagian Kesra Setkab Kukar serta dari Bazda. “Tapi intinnya kami akan peninjauan lebih dahulu dalam waktu dekat,” terangnya.

Terpisah, Camat Kembang Janggut Zulkifli mengatakan pemerintah kecamatan dan Desa Hambau akan membantu keluarga Jumiati. “Iya, betul jika Ibu Jumiati memang sekarang tinggal di Hambau,” katanya.

Namun sebelum itu, Jumiati harus berstatus warga Kecamatan Kem-bang Janggut lebih dahulu. Sebab, dari KTP dan Kartu Keluarga (KK), Jumiati tercatat sebagai warga Desa Ritan, Kecamatan Tabang, Kukar.

“Informasinya memang dia lahir di Hambau, tapi setelah menikah dia tinggal di Ritan. Tapi setelah suaminya tertangkap karena kasus narkoba, Ibu Jumiati kembali ke Hambau dan hidup di pondok tersebut,” ungkapnya.

Caranya, kata dia, pemerintah Desa Hambau beserta kecamatan akan memfasilitas agar menjadi warga Kembang Janggut. Dengan demi-kian, maka Jumiati bisa dibantu untuk pembinaan dan mendapatkan program bantuan, seperti bedah rumah. “Rencananya begitu, asal punya tanah,” bebernya.

Sedangkan bantuan dari pemerin-tah Desa Hambau sendiri adalah pemberian atap untuk gubuk yang sekarang ditinggali Jumiati dan ketujuh anaknya. Bantuan itu rencananya diberikan ketika ADD tahap III 2016 cair. “Tapi sarankan saya, kalau ada rumah layak maka bisa dipinjami,” imbuhnya.

Selain itu, anak Jumiati yakni Odi (5) akan dibantu pendidikannya dengan cara masuk Pondok Pesan-tren atau Rumah Hafidz Quran Darul Hufadz Kembang Janggut. “Untuk makan sehari-hari keluarga ini ternyata ada juga, Ibu Jumiati ternyata bekerja di bantu-bantu warga sekitarnya, meski hasilnya tidak seberapa namun masih ada yang membantu,” bebernya. (ami)

loading...

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
3 months ago | dibaca 2.092 kali
img