Published On: Kam, Mar 7th, 2013

Dipangkas Rp230 M, Saatnya Disdik Kukar Fokus

TENGGARONG – Mulai tahun ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kutai Kartanegara (Kukar) tidak lagi mengurusi masalah pembangunan fisik karena telah dilimpahkan ke Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota. Dampaknya, anggaran Disdik Kukar terpangkas sekitar Rp230 mi-liar. Saat ini, Disdik Kukar tinggal mengelola dana sebesar Rp400 miliar.
Menurut  Ketua Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Regional Kalimantan, Dr Saiful Adwar, dengan tidak mengurusi masalah fisik, sudah saatnya  Disdik Kukar lebih fokus untuk  meningkatkan mutu pendidikan.
Saiful menilai, dana Rp400 miliar yang dikelola Disdik Kukar saat ini sudah  sangat mencukupi untuk peningkatan kualitas pendidikan. Namun semua itu tergantung pada cara penggu-naannya dengan mengacu pada skala prioritas.
Menurutnya, selama ini Disdik Kukar lebih fokus pada pembangunan fisik se-hingga tugas pokok mereka yakni peningkatan mutu pendidikan jadi terabaikan. Salah satunya soal pening-katan kualitas guru. Den-gan dana Rp400 miliar, seharusnya peningkatan kualitas guru melalui pela-tihan-pelatihan semakin intens dilakukan.
“Masih ingat kah kita dengan pernyataan bupati bahwa masih banyak guru bahasa Inggris yang tidak bisa berbahasa Inggris di Kukar padahal cermin dari pendidikan adalah bagaimana kualitas gurunya, itu yang paling pokok” kata Saiful.
Selain itu, Disdik Kukar juga harus sering menggelar lomba-lomba siswa.. Kebanyakan sekolah mengeluhkan jarangnya even-even akademis dan dana yang terbatas.
Yang terpenting, tukas Saiful, Disdik harus fokus pada pemenuhan delapan standar pendidikan yang meliputi standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar pendidikan dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan pendidikan, standar penilaian pendidikan.
“Kesejahteran guru juga mendesak untuk ditingkatkan. Misalnya guru swasta harus dibayar minimal Upah Minimal Regional (UMR),” katanya. Selama ini, ia juga menilai Disdik kurang perhatian pada tenaga pengajar yang ada di pedalaman. “Karena kondisinya sangat berbeda dengan tenaga pengajar yang ada di perkotaan,” paparnya.
Sebelumnya, Kabid Sarana dan Prasarana (Sapras) Dinas Pendidi-kan (Disdik) Kutai Kartanegara (Kukar), Hifsi G Fachrannas, mengatakan, dana yang dikelola Disdik Kukar tahun ini terpangkas sekitar Rp230 miliar. Saat ini, dana yang dikelola Disdik Rp400 miliar. Dana tersebut, lanjutnya,  tergolong kecil. Artinya, saat masih mengurusi  fisik, total dana yang dikelola Disdik mencapai Rp600 miliar lebih. (sar 113)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger

About the Author

korkal99 - Berita koran harian di kalimantan timur, Kutai Kartanegara, Bontang, Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, Berau, Bulungan, politik, pemilu, pilkada, kriminal, olahraga, ekonomi

Email
Print
WP Socializer Aakash Web