Breaking News
Home >> Samarinda >> Dirugikan Mr Salonpas? Lapor ke Satpol PP
BIKIN RESAH: M Daud alias Mr Salonpas, bisa lepas lagi kalau tak ada warga yang melapor.
BIKIN RESAH: M Daud alias Mr Salonpas, bisa lepas lagi kalau tak ada warga yang melapor.

Dirugikan Mr Salonpas? Lapor ke Satpol PP

SAMARINDA – Warga Samarinda sudah pasti familiar dengan pria yang setiap hari berjalan “ngesot” dan meminta uang namun marah kalau tidak diberi. Mr Salonpas, itulah julukan yang diberikan kepada pria yang nama aslinya adalah M Daud tersebut. Julukan diberikan karena di bagian kepalanya dipenuhi tempelan koyo Salonpas.
Nah, Senin (17/10 kemarin, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda menahan Daud yang usianya sekitar 39 tahun warga Harapan Baru, Kecamatan Samarinda Seberang tersebut terkait banyaknya keluhan warga yang merasa dirugikan oleh Daud.
“Kami lakukan penagkapan karena dia (Daud) memang sering menggagu warga, sering melempari pengguna jalan yang tidak memberikan perhatian dengan memberikan uang. Dia juga sering membuat jalan macet karena berjalan ngesot di tengah jalan,” kata Kepala Satpol PP Samarinda Aji Syarif Hidayatullah kepada Koran Kaltim kemarin.
Dayat, sapaan akrab Aji Syarif Hidayatullah, meminta warga melaporkan kalau merasa dirugikan agar bisa diproses hukum karena ulahnya sudah sangat meresahkan. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam namun setelah dilakukan tes ternyata tidak gila. Koordinasi selanjutnya dilakukan dengan Dinas Kesejahteran Sosial (Dinkesos) Samarinda akan tetapi karena dia bisa menyakiti orang disekitarnya akhirnya tidak bisa diinapkan.
“Kami minta masyarakat yang pernah diganggu agar melapo kepada kami, nantinya kami teruskan ke pihak kepolisian. Kalau tidak ada yang melaporkan orang ini mau tidak mau harus dilepaskan lagi. Karena tidak ada saksi yang bisa menjerat hanya pernayataan saja, kecuali nantinya tertangkap lagi bisa tindakan tegas diberikan,” sebut Dayat.
“Kami harapkan kepada warga yang kemarin ramai membahas di beberbagai media sosial biasa memberikan keterangan dan bersedia menjadi saksi,” pungkasnya. (man)