Kandungan Gizi Durian
Jumlah Per 100 g
Kalori (kcal) 147
Jumlah Lemak 5 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 2 mg
Kalium 436 mg
Jumlah Karbohidrat 27 g
Serat pangan 3,8 g
Protein 1,5 g
Vitamin A 44 IU Vitamin C 19,7 mg
Kalsium 6 mg Zat besi 0,4 mg
Vitamin B6 0,3 mg Vitamin B12 0 µg
Magnesium 30 mg
Disdik Apresiasi Usulan Mendikbud

Disdik Apresiasi Usulan Mendikbud


korankaltim
korankaltim
2016-10-20 05:00:11
Terkait Dibolehkannya Sekolah Tarik Pungutan



SAMARINDA – Usulan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy perihal sekolah yang kembali diberikan kewenangan untuk memungut biaya dari orangtua siswa, disambut baik oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda Asli Nuryadin. Asli bahkan mengatakan, sebenarnya sejak lama hal ini telah berlaku di beberapa sekkolah di Samarinda, dengan model serta konsep partisipasi dan bukan pungutan yang sifatnya wajib.

“Sebenarnya saya berbahagia, karena ini sesuai dengan konsep penguatan karakter. Salah satu budayanya dibangun dengan gotong royong dan saling membantu,” ujar Asli ditemui Koran Kaltim Selasa (18/10) kemarin.

Menurut Asli, tidak ada yang salah dengan wacana yang diusulkan oleh Mendikbud. Dan harus pula disampaikan mengenai ada perbedaan yang mendasar dimana pungutan yang dimaksudkan tersebut adalah yang sifatnya sukarela, dan tidak ditetapkan jumlah maupun waktunya.

Ia menuturkan, hal ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan iuran, atau SPP di masa lalu. Ia melanjutkan, untuk penggunaannya pun terbatas kepada hal-hal yang sifatnya tidak dapat disediakan oleh pemeritah, seperti penambahan atau perbaikan fasilitas sekolah, dan lain sebagainya. Dimana seperti dimaksudkan, hal ini akan sedikit mengikis ketergantungan sekolah terhadap dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Jadi nantinya, pemerintah itu hanya akan membiayai hal-hal yang sifatnya vital, seperti bangunan, pembebasan lahan dan lainnya. Sementara untuk yang kecil-kecil itu bisa dikelola oleh sekolah melalui penghimpunan dana dari orang tua siswa. Dan tidak ada yang salah, jika membantu sekolah, justru yang salah kalau kita mamou dan diam saja,” paparnya.

Ketika disinggung mengenai apakah nantinya bagi orang tua siswa yang tidak mampu, tetap dikenakan pungutan, Asli menyampaikan bahwa sesuai dengan konsep berbagi dan gotong royong tersebut, mekanisme pengumpulan dana dari orangtua siswa diterapkan secara proporsional.

“Nah harus diluruskan dulu soal pungutan. Jadi wacana pak menteri itu bukan pungutan, karena kalau pungutan itu kan sifatnya rata, maksudnya adalah pembiayaan proporsional. Jadi bagi yang mampu silahkan menyumbang atau berpartisipasi atau berbagi. Untuk yang tidak mampu ya tidak apa-apa,” terangnya.

Lebih lanjut, saat ini ia mengimbau kepada para orangtua dan masyarakat, agar lebih jeli memahami permasalahan ini. Pasalnya, ia menyampaikan perihal ini selalu menjadi hal yang pro dan kontra ketika dibawa ke area sekolah negeri. Padahal di sekolah swasta, hal ini lazim dilakukan.

“Swasta juga dapat bantuan dari pemerintah, kenapa ketika sekolah negeri yang meminta sumbangan menjadi polemik. Jadi di sekolah negeri tidak ada pungutan, yang ada itu sekolah kita himbau untuk menyampaikan programnya kepada komite, begitu disetujui kemudian komite lah yang berkomunikasi kepada orang tua. Konsepnya tidak ada pun gutan, tidak SPP, tidak ada iuran, yang ada itu adalah konsep berbagi,” pungkasnya. (rs616)

loading...

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
2 months ago | dibaca 1.041 kali
img