Kandungan Gizi Durian
Jumlah Per 100 g
Kalori (kcal) 147
Jumlah Lemak 5 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 2 mg
Kalium 436 mg
Jumlah Karbohidrat 27 g
Serat pangan 3,8 g
Protein 1,5 g
Vitamin A 44 IU Vitamin C 19,7 mg
Kalsium 6 mg Zat besi 0,4 mg
Vitamin B6 0,3 mg Vitamin B12 0 µg
Magnesium 30 mg
Disdukcapil Bisa Mendata Tak Bisa Mencetak

Disdukcapil Bisa Mendata Tak Bisa Mencetak


korankaltim
korankaltim
2016-10-08 05:00:24
SAMARINDA – Sampai Jumat (7/10) kemarin, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Samarinda masih menerima pendataan warga yang ingin membuat Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Namun warga yang datang dalam jumlah besar setiap harinya ternyata didominasi warga dari luar daerah, khususnya dari Pulau Jawa.

Hal ini disampaikan Sekretaris Disdukcapil Samarinda Muhammad Subhan kepada media ini kemarin. “Dari data yang kami terima, sebagian besar warga yang melapor dan mau membuat e-KTP berasal dari Pulau Jawa. Sebagian besar dari mereka mengaku ditugaskan untuk bekerja di Samarinda. Daripada harus pulang lagi mengurus e-KTP jadi mereka memilih mengurus di Samarinda saja,” jelas Subhan.

Perekaman data dan pencetak e-KTP untuk warga dari luar daerah berlaku sejak akhir September lalu. Pendataan menggunakan aplikasi bisa dilakukan yang penting para warga luar domisili datang membawa KTP asalnya. Pembuatan E-KTP bagi warga dari luar daerah menurutnya diterapkan untuk meringankan beban warga yang menetap tinggal di suatu daerah. “Mereka tinggal berkoordinasi saja dengan petugas, nanti petugas kami akan mengarahkan untuk proses selanjutnya. Sistem ini berlaku untuk seluruh daerah,” imbuh Subhan.

Sayangnya saat ini menurut Subhan pihaknya belum bisa melakukan pencetakan e-KTP meski data sudah masuk. Pasalnya blanko yang tersedia masih terbatas.Blanko kami saat ini masih terbatas sehingga pencetakannya belum bisa dilakukan. Untuk kebutuhan warga Samarinda seharusnya ada 8 ribu blanko, tapi pemerintah pusat hanya memberi 4 ribu saja kepada kami,” tutur Subhan.

Saat ini pun pendistribusian blanko ke seluruh daerah mengalami gangguan. “Jadi terpaksa kami menunggu hingga pengiriman blanko normal, baru bisa mencetak e-KTP untuk warga yang berdomisili luar daerah,” terangnya.

Pantauan media ini, Disdukcapil jadi kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang paling sibuk diantara kantor pelayanan lainnya. “Ya jelas, bahkan hampir setiap harinya saya menandatangani hingga seribu berkas, tenaga disini juga terbatas tak jarang ada anak KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari Universitas Mulawarman yang membantu kami dalam pelayanan,” ungkap Subhan.

Ruang pelayanan sesak, terlebih lagi saat ini warga Kota Tepian bergabung dengan yang berdomisili dari luar daerah untuk membuat e-KTP. (ms315)

loading...

baca LAINNYA