Breaking News
Home >> Samarinda >> Dishub: Standar Keselamatan Pelayaran Banyak Diabaikan

Dishub: Standar Keselamatan Pelayaran Banyak Diabaikan

SAMARINDA – Selama 22, hari Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda melakukan ram check atau uji petik terhadap kapal kapal berukuran 7 GT ke bawah. Alhasil, banyak ditemukan kapal kapal yang tidak memenuhi standart keselamatan pelayaran.
“Rata-rata tidak memenuhi keselamatan pelayaran mulai life jacket, ring buoy, Apar dan STK (Surat Tanda Kecakapan). Uji petik ini sesuai dengan Permenhub RI no 20 tahun 2015 tentang keselamatan pelayaran, yang mana kegiatan hari ini juga bagian dari upaya meminimalisir kecelakaan/musibah di perairan, khususnya sungai Mahakam,” ucap kepala Dishub Samarinda Ismansyah ketika membuka kegiatan Kampanye dan SAR Keselamatan Pelayaran Sungai di Hotel Jamrud 2, kemarin.
Ismansyah menyebutkan dari uji petik ditemukan sebanyak 150 armada kapal yang tidak memenuhi standart keselamatan pelayaran, termasuk lampu navigasi. “Lampu navigasi ini juga sangat penting untuk menghindari tabrakan antar kapal ketika sedang berlayar,” ucap pria asal Kota Bangun ini.
Berdasarkan pengamatan instansinya selama 3 tahun ini, ada 3 faktor penyebab utama terjadinya kecelakaan yaitu faktor alam seperti angin dan ombak, faktor teknis seperti kondisi kapal, dan faktor manusia atau sering disebut human error.
“Kami ingatkan agar awak kapal selalu menomorsatukan keselamatan pelayaran dengan mematuhi standart operation prosedur yang sudah ditetapkan,” pesan Ismansyah dihadapan 30 awak kapal yang mengikuti kampanye.
Dalam kampanye kemarin, materi disampaikan dari Dinas Perhubungan Propinsi Kaltim, BPBD Kaltim dan Asuransi Jasa Raharja. Disamping itu, peserta juga mendapat sarana keselamatan pelayaran berupa life jacket dan ring buoy. (rs616)