Dipublish: 2 April 2013, 21:38

Distan Dorong Pengembangan Pertanian Kawasan Perbatasan

SAMARINDA - Kawasan perbatasan dengan negara tetangga Malaysia terus didorong untuk mengembangkan produk pertanian unggulan lokal. Tiga kabupaten perbatasan yaitu Nunukan, Malinau dan Kutai Barat terus mendapat anggaran untuk mencetak sawah, optimalisasi lahan dan penguatan kearifan lokal dalam pengolahan lahan pertanian.
Demikian dijelaskan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Kaltim, H Ibrahim di sela-sela pembukaan Rakor Percepatan Pembangunan Kawasan Perbatasan di Balikpapan, Kamis pekan lalu (28/3).
“Dinas Pertanian Tanaman Pangan sudah sejak lama membina masyarakat di kawasan perbatasan dengan berbagai program dan bantuan pertanian. Ke depan kita akan bekerjasama dengan Badan Pengelola Kawasan Perbatasan dan Daerah Tertinggal untuk pemberian bantuan pertanian,” ujarnya.
Ibrahim mencontohkan, di Kabupaten Nunukan, Dinas Pertanian terus mengembangkan padi Adan, yaitu salah satu padi lokal yang telah dikonsumsi oleh masyarakat Dayak Krayan selama ratusan tahun.
Padi Adan Krayan ini telah ditetapkan oleh Kementerian Hukum dan HAM sebagai salah satu padi asli Nunukan dalan hal identifikasi geografis. Sehingga padi Adan manapun yang ditanam di luar Krayan rasa dan wanginyanya berbeda dengan yang ada Krayan.
Demikian juga di kawasan perbatasan Malinau dan Kutai Barat, Dinas Pertanian Kaltim mengoptimalkan potensi lahan pertanian sehingga produksinya dapat meningkat dan kualitasnya dapat sejajar dengan  beras-beras lainnya.
Penguatan ini tidak saja saat awal penanaman tetapi juga bantuan untuk pasca panen seperti pengemasan dan penyimpanan bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Perdagangan untuk pemasarannya.
“Karena diproduksi secara sederhana dan tanpa penggunaaan pupuk dan pestisida, maka produksi beras lokal ini tidak banyak saat panen, yaitu berkisar 2-3 ton saja. Bandingkan dengan beras lain yang dapat panen 4-5 ton per hektar,” jelasnya. (hms)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger