Kandungan Gizi Durian
Jumlah Per 100 g
Kalori (kcal) 147
Jumlah Lemak 5 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 2 mg
Kalium 436 mg
Jumlah Karbohidrat 27 g
Serat pangan 3,8 g
Protein 1,5 g
Vitamin A 44 IU Vitamin C 19,7 mg
Kalsium 6 mg Zat besi 0,4 mg
Vitamin B6 0,3 mg Vitamin B12 0 µg
Magnesium 30 mg
DKP Sosialisasikan Lubang Resapan Biopori

DKP Sosialisasikan Lubang Resapan Biopori


korankaltim
korankaltim
2016-10-06 05:00:13
TANA PASER - Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Paser mengajak warga di Kecamatan Tanah Grogot untuk menerapkan Lubang Resapan Biopori (LRB) dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

“Kami sudah mensosialisasikan pembuatan LRB untuk mengelola sampah organik kepada 17 Ketua RT dari 6 RW di Kecamatan Tanah Grogot. Ke depan, akan kami terapkan kepada seluruh warga Tanah Grogot,” ungkap Kabid Kebersihan DKP Kabupaten Paser, Tatang Abdimas, Rabu (5/10).

Sebagaimana diketahui, LRB adalah metode lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Saat ini, ternyata LRB juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam hal.

Salah satunya, untuk penanganan limbah organik. Sampah organik rumah tangga yang mudah membusuk cukup dimasukkan ke dalam lubang silindris yang dibuat secara vertikal. Dengan kedalaman lubang berkisar 80-100 cm dengan lebar antara 10 hingga 30 cm.

Nantinya, lanjut Tatang, sampah akan menjadi sumber energi bagi organisme tanah, seperti cacing untuk melakukan kegiatannya melalui proses dekomposisi. Sampah yang telah didekomposisi inilah yang akan menjadi kompos. “Warga bisa membuang sampah organik rumah tangga, khususnya sisa makanan ke dalam paralon atau botol yang telah dilubangi di sejumlah titik dan menimbunnya dengan tanah, dengan menyisakan ujungnya,” ucapnya.

Dikatakan, metode LRB ini dipastikan bisa menyuburkan tanah. “Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini, kemudian dapat menghidupi fauna tanah. Komposnya, bisa dipanen dalam kurun waktu tertentu untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik,” ujarnya.

Dijelaskan, pemanfaatan teknologi biopori dapat mengurangi aktivitas pembakaran sampah yang bisa meningkatkan kandungan gas rumah kaca di atmosfer. Setelah proses selesai, kompos dapat diambil dari biopori untuk diaplikasikan ke tanaman. Kemudian biopori dapat diisi dengan sampah organik lainnya.

“Dengan begitu, pengolahan sampah bisa lebih mudah, hasilnya pun dapat dimanfaatkan kembali untuk menanam tumbuhan atau sayuran. Sayuran bisa dimakan, dan akhirnya terciptalah sebuah pola hidup sehat dan ramah lingkungan,” paparnya.

Sebagai percobaan, tambah Dia, selain sudah membagikan 20 unit biopori dan satu komposter kepada masing-masing RT, pihaknya juga telah melatih Satuan Petugas (Satgas) yang akan mengajarkan kepada warga terhadap program biopori.

“Kalau program ini berhasil, maka bisa dilanjutkan kepada warga lainnya. Guna mewujudkan Kabupaten Paser yang bersih, elok dan rindang yang biasa kami sebut Paser Berse,” pungkasnya. (sur)

loading...

baca LAINNYA