Dipublish: 18 April 2013, 21:31

Dokter RSUD Parikesit Dianggap Diskriminatif

TENGGARONG – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AM Parikesit Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), kembali dikeluhkan. Kali ini, keluarga pasien mengeluhkan pelayanan dokter di RSUD yang diskriminatif.
Dokter di RSUD ini dianggap hanya mau melayani pasien di ruangan kelas II ataupun  kelas I. Seperti Ruang Tulip dan Flamboyan. Tapi, enggan melayani pasien yang ada di Ruang Kenanga, ruang kelas ekonomi alias kelas III.
Jemau Yohanes, ayah dari pasien Hosean SP, berusia satu tahun, dirawat di ruang Kenanga RSUD AM Parikesit. Jemau  mengaku sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan RSUD.
“Anak saya itu masuk ke sini (RSUD, Red) sekitar pukul 19.30 pada Rabu lalu. Namun hingga siang ini (Kemarin, Red) belum diperiksa dokter. Setelah saya tanya ke perawat, katanya dokter sudah memeriksa dan hanya di kelas saja. Saya sangat kecewa,” katanya.
Yohanes mengatakan, anak laki-lakinya itu sangat membutuhkan pelayanan medis dari dokter spesialis anak karena mengalami gejala muntah-muntah, diare ditambah batuk.
“Kok seperti ini pelayanannya, kenapa hanya ruang kelas saja yang dilayani, kenapa ruang ekonomi tidak dilayani, seharusnya pelayanan kesehatan itu diberikan ke semua pasien dengan baik, tidak membeda-bedakan,” keluhnya.
Ia mengatakan, dirinya sebenarnya ingin anaknya dirawat di ruang kelas. Namun, karena penuh dan hanya ruang Kenanga yang masih kosong, terpaksa anaknya dirawat  di ruangan tersebut.
Ia tidak habis pikir soal pelayanan yang membeda-bedakan pasien. Padahal, jika masyarakat berobat ke rumah sakit pasti akan membayar ataupun  dibayarkan pemerintah. “Saya tidak habis pikir, mungkin banyak juga masyarakat mengalami hal serupa. Namun karena tidak melapor makanya tidak tahu,” tuturnya.
Terpisah, Humas  RSUD AM Parikesit Tenggarong, Hedi Suhar-tono mengaku belum mengetahui kejadian ini. Saat dihubungi,, ia mengaku sudah tidak lagi di kantor dan tak bisa mengecek langsung kondisi pasien. “Mungkin bisa ketemu saya besok (Hari ini, Red) di kantor untuk membahasnya karena saya sudah di jalan,” ungkapnya.(ami)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger