Breaking News
Home >> Bontang - Kutim >> Dongkrak PAD, Tarik Pajak Pelabuhan
PONTON memuat angkutan batubara di sebuah dermaga.
PONTON memuat angkutan batubara di sebuah dermaga.

Dongkrak PAD, Tarik Pajak Pelabuhan

Irawansyah: Aturan Retribusi Jangan Saling Bertentangan

SANGATTA – Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Johansyah Ibrahim mengatakan, salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bisa diandalkan untuk memberikan PAD yang besar, yang selama ini tidak tergarap maksimal adalah PAD dari sektor pelabuhan.
“Selama ini Kutim tidak pernah menerima retribusi atau biaya tambat kapal yang berlabuh di pelabuhan khusus di PT Kaltim Prima Coal (KPC). Dari sini, tiap tahun Kutim diperkirakan kehilangan potensi pendapatan antara Rp30 miliar sampai Rp40 miliar,” kata dia, belum lama ini.
MEnurut Johansyah, nilai sedemikian besar, menjadi potensi luar biasa jika pelabuhan Kenyamukan nantinya telah dioperasikan. Namun demikian, Pemkab baru dapat memungut retribusi jika Pelabuhan Kenyamukan sudah beroperasi.
Sementara itu, Asisten administrasi Edward Azran menuturkan, untuk, menambah PAD, dia telah meminta dinas pendapatan daerah(Dispenda) dan instansi terkait untuk mencari sumber-sumber PAD lainnya, yang bisa menambah pundi-pundi PAD.
Seperti juga keberadaan sarang burung, termasuk mungkin angkutan dalam perusahan, pajak tower telekomunikasi dan pelabuhan. Namun demikian, masalah pelabuhan, selama ini memang potensinya belum dimaksimalkan dengan baik.
“Jadi saya kira, Dispenda memahami ini. PAD banyak sumbernya, namun bertumpu pada retribusi. Mohon kaji ulang Perda kita, untuk menggali sumber-sumber yang masuk sumber PAD. Seperti pengangkutan perusahan, angkutan di pertambangan, kalau bisa ditarik. Penggunaan asset Negara, mungkin bisa ditarik kembali,” ujarnya.
Terpisah, Sekretaris Kabupaten Kutai Timur Irawansyah meminta agar dilakukan inventarisasi sumber PAD. Namun, dalam hal ini, harus diperhatikan jangan sampai saling bertentangan dengan aturan lainnya. (sab)