DPRD Bontang Tidak Akan ‘Masuk Angin’


korankaltim
korankaltim
2016-10-17 19:57:29
BONTANG - Pro dan kontra penutupan Pulau Beras Basah memang masih terus bergulir. Pemkot saat ini berencana membuat Tim Terpadu untuk menyelesaikan persoalan Pulau Beras Basah. Sementara DPRD Bontang lebih memilih wait and see.

Kendati demikian, tersiar kabarr yang menyatakan DPRD terkesan setengah hati dalam membantu persoalan Pulau Beras Basah pun mendadak mencuat. Dalam pertemuan dengan DPRD belum lama ini, beberapa penyedia jasa Transportasi Wisata Laut menyayangkan lambanya aksi para legislator untuk menyelesaikan persoalan Beras Basah.

Menyikapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Bontang Etha Rimba Paembonan dengan tegas membantah jika DPRD terkesan masuk angin dalam masalah ini. Kata dia, warga yang sebelumnya sudah mengadakan pertemuan dengan anggota DPRD dipersilahkan untuk kembali menagih hasil rapat.

“Kan kantor tidak ada pagarnya, tidak ada juga kok sekuritinya, silahkan datang kapan saja. Siapapun yang janji tagih supaya anggota DPRD gak sering obral-obral janji, tapi jangan menjeneralisir. Kalau dibilang anggota DPRD berpihak ke Pertamina, siapa yang berpihak. Saya juga sampai hari ini tidak berpihak kepada Badak, juga dengan asosiasi, kalau di bilang masuk angin saya juga gak angin-anginan,” ungkap Etha, seperti dikutip dari laman klikBontang.

Politisi wanita dari Partai Gerindra yang berprofesi sebagai dokter ini menilai, para motoris kapal dan para pedagang juga bersalah lantaran tak bisa menjaga kebersihan pulau yang selama ini menjadi tempat menggantungkan nasib. Tenda-tenda tak beraturan, sampah dibiarkan berserakan di setiap penjuru.

“Semua orang harus intropeksi diri, kalau mereka mau DPRD mau memperjuangkan, ya mohon kesadarannya beras dibikin cantik lah, jaga kenersihannya aja gak bisa. Seharusnya motoris kapal sebelum mengagkut penumpang disampaikan jangan buang sampah di sembarang tempat. Jangan tunggu mau ditutup Badak baru ribut-ribut,”ungkapnya.

Perihal kabar tukar guling antara lahan Hop 7 milik Pertamina dengan Pulau beras basah, Etha pesimis akan terealisasi sebelum ada keterangan secara langsung dari pihak PT Badak atau Pertamina. “Badak mengiyakan gak? Takutnya kita buat statemen sendiri. Itu kan tanah pertamina, Beras Basah aja yang milik kita mau ditutup gitu,” tutup Etha. (kb)

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
2 weeks ago | dibaca 37 kali
img
korankaltim
korankaltim
1 week ago | dibaca 27 kali
img