Breaking News
Home >> Politik >> DPRD Kaltara Sebut SMKN 2 Tanjung Selor Kurang Laik
NUMPANG: SMK 2 Tanjung Selor yang satu lokasi dengan SDN 007 Tanjung Selor.
NUMPANG: SMK 2 Tanjung Selor yang satu lokasi dengan SDN 007 Tanjung Selor.

DPRD Kaltara Sebut SMKN 2 Tanjung Selor Kurang Laik

TANJUNG SELOR – Mininya sarana dan prasara sektor pendidikan di Provinsi Kaltara tergambar saat Komisi IV DPRD Kaltara berkunjung ke SMK Negeri 2 Tanjung Selor. Sekolah yang lokasi tak jauh dari kantor Gubernur Kalatara itu ternyata kondisinya memprihatinkan. Berdiri di atas lahan penjaman, sekolah di Jl Meranti, Kelurahan Meranti itu sarana dan fasilitas sekolah juga serba kekurangan.
Muhammad Iskandar, Ketua Komisi IV menilai sekolah kejuruan di ibukota Provinsi Kaltara itu sangat memprihatinkan. Ruangan yang tidak representatif ditambah dengan bangunan yang jumlahnya tak sesuai dengan kapasitas pelajar serta tenaga pengajarnya.
“Ini sangat miris, karena berada didalam kota, meski bukan wewenang kami, kami sempat turun melihat langsung. Kami berharap rekan kami di kabupaten bisa menyuarakan dan membantu sekolah ini,” beber Iskandar dihadapan ratusan guru saat dialog dengan PGRI Kaltara, Rabu (30/11) lalu.
Sekretaris Komisi IV, Asnawi Arbain saat berkunjung ke sekolah yang terletak di jantung ibukota Kabupaten Bulungan itu dinilai perlu perhatian serius. Dia menyebut kondisi sekolah itu jadi gambaran betapa minimnya fasilitas pendidikan di Kaltara.
“Ada satu ruangan diberi pembatas, dijadikan dua kelas. Jadi saat belajar, terdengar antara kelas, ini jelas membuat anak didik kita tidak konsentrasi,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, lahan yang ditempati oleh sekolah kejuruan itu masih numpang dengan lahan SD 007 Tanjung Selor. Ia berharap pemerintah bisa mencarikan solusi terhadap sekolah tersebut.
“Padahal sekolah ini cukup berprestasi, makanya harus mendapatkan perhatian. Untuk lahannya kami siap membantu mencarikan lokasi,” ujarnya.
Soal pencarian lahan, akan dibicarakan dengan pihak-pihak terkait, termasuk penentuan lokasi lahan yang tidak mem-beratkan baik bagi pelajar, guru maupun orang tua siswa.
“Siapa tahu bisa dianggarkan di 2017, kemudian mulai dibangun awal tahun, 2018 sudah bisa dinikmati oleh mereka,” harapnya. (zz)