Dipublish: 7 Juni 2013, 20:23

DPRD Minta Pemkab Perhatikan Pasar Induk Sengkawit

BULUNGAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulungan, Syarwani SPd MSi  mendesak pemerintah untuk memikirkan bagaimana beberapa petak di Pasar Induk Sengkawit yang masih kosong bisa segera difungsikan. Karena, selain kotor dan tak terawat, bangunan tersebut terkesan mubazir.
“Kalau saja beberapa bangunan di Pasar Induk Sengkawit yang belum ada penghuninya itu bisa dimanfaatkan untuk aktifitas jual beli. Tentu bisa menggairahkan perekonomian kota Tanjung Selor yang akhir-akhir ini mulai lesu, “ terang wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulungan, Syarwani SPd Msi siang kemarin.
Selain itu, dampak dari kosongnya bangunan membuat halaman disekitarnya tak terurus, ditumbuhi rumput liar dan nyaris menutup keindahan bangunan. “Bila saja SKPD teknis dan pengelola pasar lebih jeli, tentu tak terjadi hal tersebut,“ katanya.
Jendela kaca dan beberapa buah pintu juga sudah ada yang pecah dari tempatnya semula dipasang, sehingga siapa saja bisa leluasa memasuki bangunan dimaksud. Bukan tidak mungkin menjadi  tempat mangkalnya muda mudi terutama pada malam hari sewaktu areal Pasar Induk Sengkawit sudah sepi dari aktivitas.
Tak hanya wakil rakyat, masyarakat sekitar juga menyarankan pemerintah selaku pemilik bangunan agar memanfaatkan bangunan tersebut untuk mendukung kemajuan daerah di berbagai bidang. Dijadikan sebagai stan pedagang menjual keperluan rumah tangga tertentu atau sebagai stan pedagang barang tradisional seperti pakaian dan senjata khas Kalimantan, sayur mayur unik khas lokal Bulungan dan lainnya.
Bangunan yang lebih dari lima tahun terlihat kosong bisa dijadikan wadah pengembangan atau perluasan pasar yang diprediksi akan semakin padat. Karena, pertumbuhan penduduk seiring terbentuknya Kaltara sebagai provinsi ke-34 di Indonesia tentu akan membuat aktivitas perdagangan semakin ramai. Sementara lapak dagang yang disediakan sangat terbatas.
“Kalau bisa bangunan yang kosong itu dijadikan stan khusus ikan dan sayur mayur. Karena pasar ini sudah makin sempit. Tapi terserah pemerintah mau dijadikan apa, ini cuma usul dari pedagang,” harap Rahmad, pedagang ikan di Pasar Induk Sengkawit, kemarin. (sah/advhumasdprd).

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger