Breaking News
Home >> Olahraga Daerah >> Dua Lifter Kaltim Wakili Indonesia ke Ajang Dunia
LIFTER : Cabang olahraga angkat berat pada ajang PON XIX 2016 lalu, tetap masih menjadi andalan Bumi Etam, terbukti 2 lifter Kaltim yaitu Widari (48kg) dan Awang Latif (59kg) mewakili Indonesia pada kejuaraan dunia pada 11-20 November mendatang di Orlando, Amerika, bersaing dengan lifter terbaik dari seluruh dunia.
LIFTER : Cabang olahraga angkat berat pada ajang PON XIX 2016 lalu, tetap masih menjadi andalan Bumi Etam, terbukti 2 lifter Kaltim yaitu Widari (48kg) dan Awang Latif (59kg) mewakili Indonesia pada kejuaraan dunia pada 11-20 November mendatang di Orlando, Amerika, bersaing dengan lifter terbaik dari seluruh dunia.

Dua Lifter Kaltim Wakili Indonesia ke Ajang Dunia

Kejuaraan Internasional Men’s and Women’s World Powerlifting 2016 Amerika Serikat

SAMARINDA – Dua atlet angkat besi Kaltim, Widari (kelas 48 kg) dan Awang Latif (59 kg) terpilih mewakili Indonesia diajang internasional bertajuk ‘Men’s and Women’s World Powerlifting Championships 2016’ di Orlando, Amerika, 11-20 November mendatang. Keduanya, pada ajang PON XIX 2016 Jabar berhasil meraih medali emas untuk kontingen Bumi Etam. PB Persatuan Angkat Berat, Binaraga dan Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) menggunakan raiha prestasi PON sebagai ajang seleksi atlet.
Sekretaris PABBSI Kaltim, Sugeng Mochdar mengatakan awalnya ditargetkan ada 6 lifter Benua Etam yang akan berlaga di Orlando. Tetapi belakangan 4 atlet gagal karena mereka hanya betengger diposisi kedua dengan raiha medali perak. PB hanya membiaya keberangkatan untuk 2 atlet saja, sementara untuk pelatih dan ofisial dari Kaltim biaya sendiri.
“Sebenarnya kalau 6 atlet Kaltim yang berangkat, otomatis ofisial dan pelatih itu dibiayai PB, tetapi ternyata hanya 2 saja, tetapi kami berharap dengan adanya surat dari PB ini ada bantuan dari KONI Kaltim,” ucapnya.
Lebih lanjut dijelaskannya, kedua lifter Kaltim tersebut berharap didampingi pelatih asal Kaltim saat mereka berlaga Amerika Serikat. Karena menurut Sugeng, jika tidak ada pendamping kemungkinan mereka tidak akan berangkat.
“Kalau tidak didampingi pelatih sepertinya mereka juga tidak ingin berangkat, karena memang atlet dan pelatih itu seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan, makanya kami berharap ada perhatian dari KONI membantu keberangkatan pelatih supaya bisa mendampingi atlet kami di sana,” imbuhnya.
Sementara itu, persiapan menuju kejuaraan dunia tersebut atlet terpilih, kurang lebih 7 orang, hanya berlatihan di daerah masing-masing, setelah mendekati keberangkatan baru mereka berkumpul di Jakarta.
“Persiapannya tetap di daerah masing-masing, jadi setelah PON kemarin itu mereka hanya kami beri waktu seminggu istirahat, selebihnya latihan pagi dan sore,” terangnya.
Disinggung mengenai target untuk kedua lifter Bumi Etam tersebut, Sugeng mengungkapkan pihaknya tak memberikan target apa-apa dan hanya menghargai apa yang sudah mereka raih di PON serta memberikan apresiasi kepada atlet sesuai dengan kemampuan mereka.
“Tapi, saya tidak tahu kalau target dari PB, yang jelas untuk kelas rendah itu kans Indonesia sangat besar,” pungkasnya. (rgn)