Home >> PPU - Paser >> Dua Puskesmas Dapat Penghargaan
HKN: Asisten III Setkab PPU, Alimuddin  saat HKN ke-52 di PPU menyerahkan penghargaan kepada perwakilan UPTD Puskesmas Petung karena prestasinya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di perkotaan tingkat kabupaten. penghargaan itu  juga diberikan kepada UPTD Puskesmas Sepaku I karena berprestasi berikan pelayanan di pedesaaan.
HKN: Asisten III Setkab PPU, Alimuddin saat HKN ke-52 di PPU menyerahkan penghargaan kepada perwakilan UPTD Puskesmas Petung karena prestasinya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di perkotaan tingkat kabupaten. penghargaan itu juga diberikan kepada UPTD Puskesmas Sepaku I karena berprestasi berikan pelayanan di pedesaaan.

Dua Puskesmas Dapat Penghargaan

Peringatan HKN ke-52

PENAJAM – Dalam Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 tahun 2016 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dua Puskesmas merupakan Unit Pelaksana Tugas Dinas (UPTD) Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU mendapatkan penghargaan tingkat kabupaten, karena dinilai berhasil dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di lingkungan kerjanya.
Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan oleh Asisten III Setkab PPU, Alimuddin kepada UPTD Puskesmas Petung sebagai Puskesmas berprestasi kategori perkotaan tingkat PPU tahun 2016 dan UPTD Puskesmas Sepaku I karena berprestasi kategori pedesaan tingkat PPU tahun 2016.
Pada kesempatan itu, Alimuddin mengatakan, dalam pidato Menteri Kesehatan (Menkes) RI, dr. Nila Farid Moeloek, menjelaskan, pemerintah pusat telah mengamanatkan kepada Pemerintah Daerah untuk memberikan pelayanan khusus bidang kesehatan kepada masyarakat melalui Badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS).
“Karena itu aturan undang–undang, maka mau tidak mau Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) PPU yang selama ini menjadi program andalan PPU, harus berintergrasi ke BPJS,”katanya.
Dibeberkannya, sebenarnya sejak tahun 2008 silam, Pemkab PPU sudah memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat secara gratis, tetapi karena ini amanat UU, maka suka tidak suka, pelayanan kesehatan itu harus masuk dalam BPJS.
“kita pastikan tahun depan secara bertahap Jamkesda itu beralih ke BPJS dan diperkirakan tahun 2019 semua masyarakat PPU yang telah masuk dalam Jamkesda sudah menggunakan BPJS,”tukas Alimuddin.
Kepala Dinkes PPU, dr Arnold Wayong berharap agar angka kesakitan masyarakat PPU bisa menurun sehingga bisa menekan biaya berobat di puskesmas. Ini juga terutama di RSUD dapat menurun dimana diakui biaya pelayanan kesehatannya begitu tinggi.
“Kita patut bersyukur Kepada Tuhan, sebab untuk tingkat kematian ibu melahirkan dan bayi di PPU peringkat paling bawah tingkat nasional. Oleh karena itu, kita berharap agar para ibu yang melahirkan dapat menggunakan fasilitas kesehatan di puskesmas induk atau pembantu yang tentu dilayani oleh tenaga kesehatan, bukan dukun kecuali kondisi terpaksa,”pintanya. (nav)