Breaking News
Home >> Kutai Kartanegara >> Dua SD Juarai Lomba Budaya Mutu Tingkat Nasional
PRESTASI: Sekretaris Disdik Kukar Yuliandris berfoto bersama dengan Kepala SDIT Nuru llmi Tenggarong dan Kepala SDN 003 Loa Kulu. Dua sekolah ini berhasil meraih juara dalam lomba Budaya Mutu Manajemen tingkat nasional.
PRESTASI: Sekretaris Disdik Kukar Yuliandris berfoto bersama dengan Kepala SDIT Nuru llmi Tenggarong dan Kepala SDN 003 Loa Kulu. Dua sekolah ini berhasil meraih juara dalam lomba Budaya Mutu Manajemen tingkat nasional.

Dua SD Juarai Lomba Budaya Mutu Tingkat Nasional

TENGGARONG – SDIT Nurul Ilmi Tenggarong dan SDN 003 Loa Kulu berhasil menyabet juara II dan harapan III dalam ajang lomba Budaya Mutu Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) tingkat nasional 2016 di Balikpapan, baru-baru ini.
Sekretaris Disdik Kukar Yuliandris didampingi kabid Dikdas Ideris mengatakan, prestasi dua sekolah itu patut dijadikan contoh bagi sekolah lain di Kukar.
“Apa yang sudah diraih SDIT Nurul Ilmi dan SDN 003 Loa Kulu diharapkan bisa ditiru oleh SD lainnya di Kukar,” kata Yuliandris.
Menurut Yuliandris, SD berbudaya mutu merupakan penilaian sekolah tingkat dasar yang tercermin dari penilaian, pembelajaran dan ekstrakurikuler yang efektif, dalam membentuk karakter peserta didik, kepemimpinan visioner manajemen sekolah, pengelolaan perpustakaan yang mendukung efektivitas belajar dan budaya baca, serta lingkungan sekolah yang merefleksikan kondisi sekolah yang bersih, rapi, dan sehat.
“Penilaian yang dilakukan Dirjen Dikdas Kemendiknas lumayan ketat, dari ribuan SD yang diseleksi se-Indonesia, yang masuk grand final hanya 125 SD saja, dan dua SD di Kukar mewakili Kaltim, SDIT Nurul Ilmi kategori SD swasta, sedangkan SDN 003 Loa Kulu kategori SD Negeri,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SDIT Nurul Ilmi Akhmad Zainuddin mengatakan, selain program pembelajaran yang disampaikan ke tim penilai, SDIT juga mempersentasikan Bisnis Day, dengan program pengembangan tanaman kangkung, mulai dari menanam, memelihara, memanen, mengemaskan sampai menjualnya. Bisnis ini dijalankan oleh siswa, guru hanya sebagai pendamping.
“Gerakan pengembangan bisnis kangkung ini dilakukan setiap hari Sabtu secara full, dari pagi sampai sore hari,” katanya.
Sementara Kepala SDN 003 Loa Kulu Suwarni mengatakan, pihaknya lebih banyak mempersentasikan kegiatan ekstra kurikuler.
SDN 003 juta menjadi sekolah inklusi atau sekolah yang menggabungkan layanan pendidikan khusus dan reguler. Anak yang berkebutuhan khusus dibina dengan penuh kesabaran agar mereka tetap percaya diri walau memiliki kekurangan.
“Yang membuat tim penilaian tertarik, bahwa sekolah kami menerima anak berkebutuhan khusus, dari 305 siswa sebanyak 29 anak berkebutuhan khusus bersekolah di sekolah kami. Sebagian guru sudah mengikuti diklat, bagaimana penanganan anak berkebutuhan khusus, ternyata kegiatan ini menjadi penilaian lebih dari sekolah kami,” jelasnya. (ran415)