Breaking News
Home >> Berau - Kubar >> Dua Sekolah Masuk Nominasi Sekolah Adiwiyata
Periksa Produk: Petugas BLH Berau saat memeriksa sejumlah produk sekolah yang akan menjadi kelengkapan penilaian sekolah sebagai nominasi Adiwiyata Nasional. Di Kabupaten Berau, SMPN 2 dan SMAN 2 menjadi nominator.
Periksa Produk: Petugas BLH Berau saat memeriksa sejumlah produk sekolah yang akan menjadi kelengkapan penilaian sekolah sebagai nominasi Adiwiyata Nasional. Di Kabupaten Berau, SMPN 2 dan SMAN 2 menjadi nominator.

Dua Sekolah Masuk Nominasi Sekolah Adiwiyata

SMPN 2 dan SMAN 2 Berau ‘Sulap’ Barang Bekas Jadi Berguna

TANJUNG REDEB – Rasa bangga patut dirasakan insan pendidikan di Kabupaten Berau, Kaltim. Dua sekolahnya, SMP Negeri 2 serta SMA Negeri 2 Kabupaten Berau masuk nominasi penerima Piala Sekolah Adiwiyata Nasional.
Piala Adiwiyata Nasional diberikan kepada sekolah-sekolah berbudaya lingkungan. Jika terpilih, sekolah di Berau akan dinobatkan sebagai sekolah Adiwiyata yang akan di gelar pada Desember 2016 mendatang.
Kepala Bidang Komunikasi Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Berau, Junaidi yang ditemui, Senin (10/10) mengatakan saat ini dua sekolah tersebut terpilih mewakili Berau untuk maju pada ajang Adiwiyata tingkat Nasional. Sebagai penguji, tim ahli dari provinsi sudah datang untuk melakukan pemeriksaan pada Jum’at pekan lalu.
Kedua sekolah ini terpilih lantaran mampu mengelola sekolah dengan baik dari segi kebersihan dan pemanfaatan sarana dan prasarana sekolah dan tidak mengandalkan barang baru, namun mereka melakukan daur ulang barang lama disulap menjadi sesuatu yang berguna.
“Iya betul, SMPN 2 dan SMAN 2 Berau terpilih sebagai wakil Berau dalam sekolah Adiwiyata Nasional,” ujarnya.
Namun, Junaidi mengatakan pada penjurian nanti, kemungkinan hanya satu sekolah yang terpilih. Sebagai indikator penilaian, panitia sudah mengantongi 4 kriteria untuk menentukan sekolah Adiwiyata Nasional. Keempat indikator tersebut yakni, pengembangan kebijakan sekolah, pengembangan kurikulum berbasis lingkungan, pengembangan kurikulum berbasis partisipatif serta pengembangan sarana dan prasarana sekolah.
“Apabila kedua sekolah tersebut memenuhi ke empat indikator yang telah ditetapkan maka mereka lolos, namun jika tidak, ya hanya satu sekolah saja yang akan lolos,” lanjutnya.
Dari 500 nominasi penerima piala Adiwiyata Nasional se-Indonesia, Kabupaten Berau termasuk salah satunya. Junaidi menambahkan peran BLH di daerah sebagai sarana sekolah untuk bertukar pendapat untuk memberikan arahan kepada sekolah. Ibaratnya, seperti ayah dan anak yang saling mendukung.
“Yang jelas untuk tahun ini ada 25 sekolah binaan kami masuk nominasi Adiwiyata, baik tingkat kabupaten, provinsi, nasional dan juga mandiri,” pungkasnya. (MH216)