Published On: Sel, Jun 11th, 2013

Dubes Terkesan dengan Kebersihan Balikpapan

Adipura Kencana Diarak, Walikota Naik Sepeda Kebersihan

BALIKPAPAN- Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, bersama para Muspida Balikpapan dan ratusan pasukan kuning kebersihan mengarak Adipura Kencana sekaligus Adipura ke-16 Balikpapan yang tiba kemarin di Balikpapan.
Piala supremasi kebersihan ini diarak mulai dari rumah jabatan Walikota hingga Balaikota. Di sekitar kawasan Jl Jenderal Sudirman, Adipura diturunkan dari mobil dan diarak berjalan kaki, sementara para pejabat kota bersepeda. Masyarakat dan sejumlah siswa ikut menyaksikan langsung Wali Kota  bersama rombongan mengarak piala.
Sesampai di Balaikota, Walikota didampingi Wawali Heru Bambang menyerahkan  Piala Adipura Kencana kepada Ketua DPRD Balikpapan Andi Burhanuddin Solong.
“Penghargaan dari pemerintah berkat dukungan dari masyarakat dan seluruh jajaranya termasuk anggota kebersihan yang menunjukan kerja kerasnya,” ujar Rizal dalam pidatonya, kemarin.
Rizal juga mengungkapkan keber-hasilan ini bukan hanya diapreasi bagi masyarakat Balikpapan atau Kaltim namun juga Duta Besar negara lain.
“Kemarin (Senin) saat menerima Adipura, 16 dubes termasuk Fiji menyampaikan ucapan selamat. Mereka yang pernah ke Balikpapan menyatakan terkesan dengan kebersihan kota kita,” ucap Rizal
Pencapain ini, katanya tidak lepas  salah satunya kemampuan pengelolaan dan pemanfaatan sampah di TPA Manggar
“Salah satunya keberhasilan kita memanfaatkan gas metan dari sampah menjadi energi yang dimanfaatkan masyarakat sekitar TPA,” jelasnya.
Perayaan penerimaan Adipura Kencana di halaman Balaikota dihadiri oleh Gubernur Awang Faroek, Ketua DPRD Kaltim Mukmin Faisyal, Muspi-da dan sejumlah tokoh Balikpapan termasuk mantan Walikota Balikpapan Tjutjup Suparna serta ratusan undangan.
Awang Faroek mengapresiasi pencapaian ini karena Balikpapan sejak zaman Walikota Tjutjup Suparna, Imdaad Hamid hingga Rizal, berhasil mempertahankan Adipura bahkan meraih Adipura Kencana.
“Di Kaltim, Balikpapan yang pertama meraih Adipura sejak zaman Pak Tjutjup berlanjut hingga sekarang. Tentu ini pencapaian luar biasa dan Balikpapan belum ada tandingannya,” puji Gubernur.
“Dari 500 daerah di Indonesia, hanya delapan kota yang memperoleh Adipura termasuk salah satunya Balikpapan. Tentu ini merupakan keberhasilan masyarakat,” tambahnya.
Gaung Adipura ternyata tidak seheboh pemberitaan pekan ini karena tidak semua warga mengetahui adanya peristiwa arak-arakan Adipura bahkan mereka mengaku tidak mengalami langsung dampaknya.
“Saya tidak tahu kita dapat Adipura. Tahunya ya saat ada arak-arakan ini. Kalau ditanya pengaruh bagi saya pribadi tidak ada, tapi memang lingkungan kami sih bersih,” kata Joko (40) warga Klandasan Ilir, kemarin
Pernyataan kritis disampaikan  Doni warga Sepinggan. Ia menyambut Adipura sebagai sesuatu yang biasa saja. Menurutnya Adipura belum dijadikan kebanggaan bagi masyarakat.
“Karena yang bangga bukan masyarakatnya tapi pejabatnya,” tukasnya. (din)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger

About the Author

korkal99 - Berita koran harian di kalimantan timur, Kutai Kartanegara, Bontang, Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, Berau, Bulungan, politik, pemilu, pilkada, kriminal, olahraga, ekonomi

Email
Print
WP Socializer Aakash Web