El Ali Tetap Dipercaya Persiba
BALIKPAPAN - Managemen Persiba Balikpapan hingga kini masih menunggu surat resmi dari FIFA terkait isu keterlibatan Mahmoud El Ali striker anyarnya asal Lebanon dalam kasus pengaturan skor pada laga Pra-Piala Dunia 2014.
Dalam laga yang digelar pada 14 September lalu, Qatar berhasil menaklukkan Lebanon dengan skor tipis 1-0 melalui gol yang dicetak Sebastian Soria namun disinyalir Lebanon mengatur skor sehingga mengalami kekalahan. “Kan masih sebatas isu, kita masih tunggu surat resmi dari FIFA,” kata Manager Persiba Balikpapan Jamal Al Rasyid akhir pekan lalu.
Meski Federasi Sepak Bola Asia Barat (WAFF) telah menyatakan Ali terlibat dalam kasus pengaturan skor tersebut dan diberi sanksi tidak boleh terlibat atau beraktifitas di lingkungan sepakbola seumur hidup serta denda 15 ribu dollar atau Rp 150 juta, sikap Persiba lebih menunggu keluarnya surat FIFA. “Jadi pada dasarnya kami akan mematuhi, jika hukuman tersebut dikeluarkan langsung oleh FIFA,” terangnya
Karenanya lanjut Jamal, pihaknya akan tetap menurunkan pemain berpostur jangkung tersebut, dalam setiap laga yang dimainkan tim berjuluk Beruang Madu dalam kompetisi Indonesia Super League (ISL). “Tentu dia, tetap akan terus dimainkan ketika dalam kondisi yang bugar dan fit, karena memang dia dibutuhkan tim, apalagi dalam tiga laga kandang yang akan dilakoni menghadapi Persiram, Persidafon dan Barito Putra,” ujarnya.
Managemen Persiba juga belum mau berandai-andai soal sanksi yang akan dijatuhkan, termasuk kemungkinan memecat pemain, jika nanti FIFA akhirnya mengeluarkan surat resmi terkait keterlibatan Ali. “Kita belum tahu, jangan berandai-andai, kalau ada surat resmi nya baru bisa kita putuskan tentunya melalui rapat, apa sanksinya nanti kita lihat. Tapi kondisi itu tidak berpengaruh pada tim,” bebernya.
Sementara Ali, juga membantah dirinya terlibat dalam pengaturan skor. Dia justru merasa heran, atas sanksi yang dijatuhkan padanya. Pemain kelahiran 4 Maret 1984 itu merasa janggal dengan keputusan tersebut. Pasalnya kata Ali, dirinya diturunkan menjelang akhir-akhir babak kedua. Sehingga dia menganggap sanksi tersebut, tidak masuk akal. “Bagaimana bisa saya terlibat pengaturan skor, saya diturunkan pada akhir pertandingan,” ujarnya.
Dia juga tidak akan peduli soal sanksi tersebut dan tetap akan bermain. Ditambah lagi kata Ali, hingga kini belum ada keterangan dari FIFA soal isu tersebut. Ali menganggap beredarnya isu tersebut, Karena ada yang sengaja ingin mematikan kariernya. “Saya akan tetap bermain sepakbola dimana pun, termasuk bersama Persiba sekarang, karena saya merasa tidak terlibat, surat dari FIFA juga tidak ada soal keterlibatan saya, hanya ada yang mungkin tidak suka karier saya,” sebutnya.
Tenaga Ali sendiri masih dibutuhkan Persiba untuk mengangkat peringkat tim yang saat ini masih berada di zona degradasi. Ali sejauh ini merupakan pencetak gol terbanyak di tim Persiba. dan kerap menjadi penentu kemenangan. (din)





